sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Lucy Wiryono Klarifikasi Kabar Adanya Kecoak Di Hidangan Holycow

Lucy Wiryono Klarifikasi Kabar Adanya Kecoak Di Hidangan Holycow



Jakarta

Lucy Wiryono Klarifikasi Kabar Adanya Kecoak Di Hidangan Holycow

Terdapat kecoa dalam hidangan yang di sajikan di Holycow!

Insiden serangga dalam bayam Holycow! ini telah ramai dibahas setelah Vyna Girilawu mem-posting kekecewaannya di akun Facebook-nya. Vyna kecewa karena di makanan yang dipesannya di Holycow! Steakhouse By Chef Afit Camp Gading Serpong ada serangga yang disebutnya kecoak. Serangga itu sempat tergigit olehnya. Namun Lucy menegaskan serangga itu bukanlah kecoak, melainkan walang sangit, yang memang banyak di wilayah Gading Serpong.

Baca juga : Pekerjaan Ini Mudah Dengan Tawaran Gaji Selangit, Namun Harus Tanpa Busana

Berikut penjelasan lengkap Lucy Wiryono yang disampaikan, Rabu (11/1/2017):

Seperti yang tadi sudah tertulis di press rilis yang sudah kita sebarkan lewat sosial media, sebetulnya pasca-kejadian kemarin, tim manajemen Holycow! steakhouse by Chef Afit beserta tim dari pest control yang kita gunakan, sudah melakukan evaluasi, sudah melakukan pemeriksaan intensif. Dan dari tim pest control, kemungkinan besar itu sebetulnya bukan kecoak seperti yang beredar, tapi itu adalah walang sangit, itu serangga terbang lah.

Jadi kondisi dari lokasi camp Gading Serpong, ini seperti yang, Mas, tahu, kalau di AEON BSD, masih banyak tanah kosong. Masih banyak alang-alang liar. Di situ masih banyak serangga di tempat seperti itu. Nah kebetulan di daerah lokasi Holycow! Steakhouse by Chef Afit camp Gading Serpong, memang banyak juga tanah kosong itu.

Sebetulnya, kalau boleh kita ceritakan mulai dari proses daging steak dimasak sampai akhirnya di konsumen, sebetulnya banyak banget lapisannya. Mulai dari daging sudah dimasak dengan semua side dishnya, sebetulnya yang pertama kali ngecek itu adalah chefnya, dia akan cek apakah ada masalah atau tidak dengan dagingnya atau dengan side dishnya. Semuanya sudah bersih, sudah oke, kemudian dia akan pindahkan ke cook helper, dia akan cek lagi di situ, kemudian akan pindah lagi ke checker. Checker akan melihat lagi apakah itu ada sesuatu yang salah atau tidak dengan hidangannya, setelah itu akan dibawa oleh waiternya ke meja pelanggan. Waiter itupun juga bertugas untuk memeriksa ada yang salah atau tidak dengan hidangan itu. Nah, jadi dengan pengamanan yang berlapis seperti itu, dengan SOP seperti itu, kami yakin seharusnya hal itu tidak akan terjadi, karena itu kami masih menyeldiki apakah terjadi si serangga terbang ini di dapur, atau di dining area, atau ada kemungkinan lain yang kita belum tahu.

Untuk masalah hygiene, kebersihan, sebetulnya gini, kalau yang namanya bisnis makanan kita tahu sekali lah, mau kita mulai dari pinggir jalan dulu itu pun isu kebersihan jadi concern utama buat kita, apalagi sekarang di saat kita sudah punya modal yang lebih banyak untuk memperhatikan lebih detail lagi soal ini. Jadi kita juga secara reguler, setiap tahun kita punya training hygiene and sanitation setiap tahunnya. Kita juga melakukan pest control, itu memang sebulan sekali, tapi pasca-kejadian ini kita minta ditingkatkan 2x dalam satu bulan. Jadi per 2 minggu kita adakan pest control. Dan yang paling penting juga, kita baru saja mendapatkan sertifikasi halal dari MUI Tangerang. Sertifikasi halal.

Seperti yang mungkin teman-teman juga tahu, kalau untuk mendapatkan sertifikasi halal kan mereka harus visit. Mereka lihat sanitasi di sini seperti apa. Itu juga kita sudah dapat khusus untuk dari MUI Tangerang, di tempat camp Gading Serpong itu berada. Dan di luar itu, di luar ada tim pest control, kita juga melakukan general cleaning. Jadi semua kru setiap seminggu sekali mereka melakukan general cleaning, sejak holcycow jam operasionalnya berakhir sampai kadang-kadang jam 12, jam 1 malam mereka masih ada di outlet untuk membersihkan semuanya, kursi, meja, gudang, semuanya. Jadi sebenarnya kita sangat commited dengan masalah kebersihan. Karena itu udah nggak ada kompromi kalau jualan makanan. Jadi memang sudah nggak bisa dipungkiri lagi, tapi masalahnya kenapa hal itu bisa sampai terjadi, itu yang kita masih melakukan penyelidikan terus menerus, karena dengan kondisi seperti ini harusnya tidak mungkin.

(bens – sisidunia.com)