sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Jajanan Rambut Nenek Yang Mengingatkan Kita Pada Masa Lalu

Jajanan Rambut Nenek Yang Mengingatkan Kita Pada Masa Lalu



Jakarta – Kerupuk yang renyah yang berisikan gulali mengingatkan Anda pada masa kecil. Jajanan ini disebut juga dengan rambut nenek. Ingin mencobanya?

Jajanan Rambut Nenek Yang Mengingatkan Kita Pada Masa Lalu

Jajanan Rambut Nenek

Saat duduk di bangku sekolah dasar sekitar tahun 2000-an jajanan ini masih sangat sering ditemui. Bentuknya bulat-bulat gepeng seperti kerupuk pipih dengan warna-warna yang mencolok, seperti warna merah muda.

Baca juga : Suka Makan Mie Instant ? Mungkin Anda Harus Coba Menu Di Warung Ini

Penjaja makanan ini sering mangkal di dekat sekolahan ataupun pinggir jalan. Kadang terlihat pria paruh baya menjajakan makanan ini dengan pikulan, akan tetapi kini juga ada yang berjualan dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam proses pembuatannya, lempengan kerupuk ini terbuat dari tepung beras yang diberi perasa strawberry berwarna merah. Dilengkapi dengan isian ‘rambut nenek’ yaitu gulali berbentuk menyerupai benang-benang halus mirip seperti rambut.

Untuk rambut neneknya ini terbuat dari tepung terigu yang dimasak dengan minyak goreng berwarna cokelat. Setelah itu dinginkan kemudian masak gula dengan air hingga berbusa dan mengental, aduk hingga membentuk adonan.

Agar bentuknya seperti benang, siapkan meja dengan kayu ditengah meja dengan alas yang ditaburi dengan adonan tepung terigu. Ratakan dan tarik selagi panas hingga berbentuk lembaran-lembaran halus.

Karena proses pembuatannya agak rumit, kebanyakan pedagang mengambil rambut nenek ini dari pemasok. Salah satu pedagang rambut nenek yang ada di Serpong ini mengambil dari pemasok yang berada di Cimone, Tangerang.

Harga untuk seplastik rambut nenek lengkap dengan kerupuknya kini dijual dengan harga Rp 8.000 (isi 5 buah). Sedangkan untuk kerupuknya saja seplastik dijual dengan harga Rp 5.000 (isi 25 keping). (bens – sisidunia.com)