sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengacara Ahok Akan Perkarakan Irena Karena Dianggap Membuat Pernyataan Berbau Fitnah

Pengacara Ahok Akan Perkarakan Irena Karena Dianggap Membuat Pernyataan Berbau Fitnah



Jakarta

Pengacara Ahok Akan Perkarakan Irena Karena Dianggap Membuat Pernyataan Berbau Fitnah

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaj Purnama (Ahok)

“Semua saksi yang melaporkan tidak benar apalagi memfitnah kita lapor lagi ya ke polisi,” ujarnya di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017) malam.

Baca juga : Muhammad Burhanuddin : Saksi Ketiga Dalam Sidang Ahok Yang Juga Mantan Pengacara Partai Demokrat

Dari data yang dihimpun, Humphrey akan melapokan dua saksi JPU, yakni Irena Handono dan Burhanuddin.

Menanggap hal tersebut, saksi Burhanuddin menilai kalau keterangan saksi dilindungi oleh undang-undang.

“Keterangan saksi itu dilindungi undang-undang namanya saksi di persidangan kalau mau dilapor enggak begitu bentuknya, tempat yang namanya kuasa hukum pressure sedikit kalau kamu berbohong ada laporan yang siap menunggu, itu kan pressure aja buat kita siap apa enggak, jadi semacam intimidasidi kuasa hukum, dan saya sudah sampaikan bahwa begitu kami lapor kami siap dengan segala konsekuensi hukum dan saksi dalam persidangan itu dilindungi oleh hukum,” bebernya.

Sebelumnya, penasihat hukum terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama berencana akan melaporkan saksi pelapor kedua yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irena Handono ke Polda Metro Jaya. Pelaporan ini dilatarbelakangi pernyataan saksi di ruang sidang tidak sesuai dengan fakta atau fitnah.

Anggota tim penasihat Basuki atau akrab disapa Ahok itu, Humphrey R Djemat mengatakan, rencananya pelaporan akan dilakukan pada Rabu (11/1/2017) besok. Sebab dalam kesaksiannya, Irena menyebutkan selama menjabat mantan Bupati Belitung Timur itu memang memberikan banyak bantuan untuk pembangunan masjid, tetapi juga merobohkan masjid.

“Kita akan laporkan dia (Irena) karena sidang sudah mau masuk taraf akhir. Besok kita akan laporkan dia ke Polda Metro Jaya,” kata Humphrey di Kantor Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Dia menambahkan, Irena dalam kesaksiannya mengaku tidak bisa terima dengan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang diklaim memberikan sosialisasi budidaya ikan kerapu. Bahkan mantan biarawati itu menganggap mantan politisi Gerindra itu telah menyebarkan kebencian terhadap agama islam dengan mengutip Surat Al-Maidah ayat 51.

“Saya bisa katakan bahwa semua keterangan itu tidak benar. Keterangan tersebut bersifat palsu dan fitnah,” tegas Humphrey.

Pada kesaksiannya, Irena juga mengatakan bahwa melarang Monas dijadikan tempat kegiatan keagamaan, namun Ahok memperbolehkan untuk kegiatan paskah umat kristiani.

“Pak Ahok bilang kan langsung, bahwa dia tidak memperbolehkan kegiatan dari mana pun. Karena sesuai peraturan Monas itu hanya diperbolehkan untuk acara kenegaraan. Kita akan minta ke majelih hakim untuk melakukan proses hukum terhadap yang bersangkutan karena kesaksiannya palsu,” tutupnya.

(bens – sisidunia.com)