sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Bakal Tambah Kapasitas di 2017, Industri Keramik Nasional Sudah Naik 15 Persen di 2016

Bakal Tambah Kapasitas di 2017, Industri Keramik Nasional Sudah Naik 15 Persen di 2016



Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan pertumbuhan industri keramik nasional pada 2016 mengalami capaian positif. Penjualan industri keramik Tanah Air tumbuh subur sekitar 10 persen hingga 15 persen dengan volume antara 385 juta meter persegi 402 juta meter persegi.

Bakal Tambah Kapasitas di 2017, Industri Keramik Nasional Sudah Naik 15 Persen di 2016

Industri Keramik

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlanga Hartarto mengungkapkan, kenaikan penjualan yang tumbuh signifikan itu membuat industri keramik bakal menambah kapasitas di 2017. Salah satunya PT Arwana Citramulia Tbk yang akan pula menambah kapasitas dengan mengoperasikan pabrik baru di Jawa Timur.

Kemenperin mencatat, kapasitas produksi terpasang ubin keramik nasional sebesar 580 juta meter persegi dengan realisasi produksi ubin keramik mencapai 350 juta meter persegi pada 2016. Sebanyak 87 persen produksi keramik nasional dipasarkan di dalam negeri, serta sisanya di ekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.

“Produksi keramik nasional, antara lain ubin, tableware, sanitari, genteng (rooftile),” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, industri keramik di Indonesia merupakan salah satu kelompok sektor yang diandalkan sebagai penggerak kinerja industri nasional selama 25 tahun terakhir. Selain itu juga menjadi salah satu industri unggulan karena dukungan ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia.

Baca juga : Barang Daur Ulang Yang Hasilkan Uang Hingga Puluhan Juta

“Industri keramik nasional dalam jangka panjang cukup prospektif seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat. Dengan program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan properti dan perumahan, diharapkan meningkatkan konsumsi keramik nasional,” tuturnya.

Kemenperin, lanjutnya, juga pada tahun ini menargetkan agar industri keramik dan kaca mendapatkan harga gas di bawah USD6 sesuai Perpres. “Dengan itu, diharapkan industri keramik menjadi industri manufaktur yang menopang perekonomian Indonesia,” papar dia.
(Muspri-sisidunia.com)