Home » News » Saat Ketiga Pasangan Calon Cagub Dan Cawagub DKI Jakarta Bicara Terkait Pelayanan Kesehatan

Saat Ketiga Pasangan Calon Cagub Dan Cawagub DKI Jakarta Bicara Terkait Pelayanan Kesehatan



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta beserta jajarannya harus menyelesaikan isu kesehatan menjadi salah satu masalah di masa yang akan datang. Bagaimana saat ketiga calon Gubernur berbicara terkait pelayanan kesehatan di Jakarta?

Saat Ketiga Pasangan Calon Cagub Dan Cawagub DKI Jakarta Bicara Terkait Pelayanan Kesehatan

Tiga pasangan calon DKI Jakarta

Calon Gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan akan menyediakan ambulans di setiap rumah susun. Hal ini disampaikan seusai Agus bertanya bagaimana cara penghuni rusun di Jatinegara Barat membawa orang sakit saat dibawa ke rumah sakit.

Baca juga : Australia Diminta DPR Untuk Memburu Bendera OPM di KJRI Melbourne

“Bagaimana kalau kejadiannya malam. Insha Allah jika saya terpilih saya akan sediakan ambulans di rumah susun,” ujar Agus di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Minggu (8/1/2017).

Sementara itu, cagub petahana Basuki T Purnama (Ahok) berkomitmen agar semua warga Jakarta bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik dengan BPJS Kesehatan. Bahkan bila orang-orang kaya di Jakarta yang mau dirawat di kelas 3 tetap akan mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI.

“Yang penting Anda minta yang kelas 3, di Puskesmas. Semua orang di Jakarta yang punya (mobil) Mercedes, punya berlian Rp 100 miliar pun, kalau mau masuk rumah sakit kelas 3 dan Puskesmas kita yang bayar loh,” imbuh Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).

“Yang penting sakit masuk kelas 3, kami tanggung. Tapi kalau orang miskin mau ngutang di VVIP, oh boleh itu hak dia,” lanjutnya.

Sementara itu, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan, berjanji akan menyederhanakan proses pelayanan BPJS. Anies menyebut sebagian besar masyarakat mengeluhkan proses rujukan BPJS dari puskesmas.

“Bukan (mengubah rujukan BPJS), tapi penyederhanaan. Karena prosesnya di Puskesmas dikeluhkan panjang,” ujar Anies di Perumnas Blok C5 Nomor 8, RT 06 RW 10 Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (20/12/2016).

Karena rumitnya proses rujukan BPJS di puskesmas itu, warga terkadang harus menunggu hingga beberapa hari untuk ke rumah sakit. Hal tersebut juga kadang dirasakan warga yang butuh pelayanan kesehatan yang cepat (emergency).

“Sehingga seseorang yang urgent dirawat harus di rumah sakit, kadang-kadang proses rujukannya memerlukan waktu beberapa hari,” sebutnya.
(bens – sisidunia.com)