sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Isu Oper Penumpang Mulai Tersebar, Ini Tanggapan KM Hasbi Jaya dan Dolphin

Isu Oper Penumpang Mulai Tersebar, Ini Tanggapan KM Hasbi Jaya dan Dolphin



Jakarta – Kapal Motor (KM) Hasbi Jaya dan Dolphin membantah mengoper penumpang ke Kapal Zahro Express. Oper penumpang hanya bisa dilakukan jika berada dalam satu koperasi yang sama.

Isu Oper Penumpang Mulai Tersebar, Ini Tanggapan KM Hasbi Jaya dan Dolphin

KM Hasbi Jaya

Ada dua koperasi di Pelabuhan Muara Angke, yakni Koperasi Bahtera Mina Wisata dan Koperasi Samudera Sumber Artha. Kapal Zahro bergabung di dalam Koperasi Bahtera Mina Wisata.

“Itu berita bohong. Kapal Dolphin dan Zahro beda manajemen (beda koperasi),” kata anak buah kapal (ABK)Dophin yang tak mau menyebutkan namanya di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (6/1/2017), dilansir dari Metrotvnews.com.

Kapal Dolphin tujuan Pulau Tidung berkapasitas 170 orang. ABK Dophin menjelaskan, Koperasi Samudera Sumber Artha yang dinaunginya tidak akan menjual tiket melebihi kapasitas kapal. Jika ada tambahan penumpang, ABK akan mengoper ke kapal yang satu koperasi.

“Saya tidak tahu, tamu (penumpang) dari mana yang mereka (KM Zahro) bawa. Yang jelas kapal Zahro tidak bisa menerima tiket dari kapal kami. Kalau mereka terima juga tidak bisa diklaim ke kami,” ujar dia.

Hal senada juga diungkapkan Rusman, 55, ABK Hasbi Jaya. Kapal akan berangkat, kata Rusman, jika 130 tempat duduk penumpang sudah terisi.

“Kalau sudah penuh ya jalan. Kalau penuh kita kasih tahu kapal yang masih kosong, waktu itu cuma ada Zahro yang ke Tidung, ya sudah mereka naik Zahro,” jelas Rusman.

Diakui Rusman, KM Hasbi Jaya memang sesekali membawa penumpang melebihi kapasitas kapal. Tapi, kata dia, jumlahnya tak banyak.

“Paling bawa 140 orang, lebih 10 orang. Manifes kita sudah serahkan ke syahbandar, surat izin berlayar juga kita dapat,” ungkap Rusman.

Baca juga : Kondisi Terbakar 100 Persen, 3 Korban KM Zahro Express Sudah Teridentifikasi

Kapal Zahro Express yang terbakar pada Minggu 1 Januari, diduga menerima operan penumpang dari kapal lain. Itu sebabnya data penumpang simpang siur.

Di Manifest tercatat penumpang Zahro Express 100 orang. Faktanya, kapal nahas itu dinaiki sekitar 238 orang.

Namun, Kepolisian belum bicara banyak soal ini. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab terbakarnya kapal.

Jumat pagi, polisi memeriksa Pemilik Kapal Zahro Express Yodi Mutiara Prima. Penyidik mencari tahu riwayat pemeriksaan kapal yang memiliki tenaga kekuatan 500 mph tersebut.
(Muspri-sisidunia.com)