Home » News » Terendus 11 Daerah Lakukan Praktek Jual Beli Jabatan, KASN Tingkatkan Sinergi dengan KPK

Terendus 11 Daerah Lakukan Praktek Jual Beli Jabatan, KASN Tingkatkan Sinergi dengan KPK



Jakarta – Selepas penangkapan Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Hartini, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mendapatkan banyak laporan jual beli jabatan di daerah.

Terendus 11 Daerah Lakukan Praktek Jual Beli Jabatan, KASN Tingkatkan Sinergi dengan KPK

KPK menunjukkan barang bukti uang sebanyak Rp2 Miliar dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Klaten di Kantor KPK, Jakarta

Namun, KASN kerepotan membuktikan adanya jual beli jabatan tersebut. Sebab, mereka tak memiliki wewenang buat menyadap.

Menurut Ketua KASN Sofian Effendi, dengan kewenangan menyadap, akan mudah membuktikan adanya praktik penyimpangan dalam mutasi jabatan di pemerintahan daerah.

Karena itulah, KASN bakal meningkatkan sinergi dengan KPK. Sinergi itu untuk menyelidiki dugaan adanya jual beli jabatan di pemerintahan daerah.

Sofian menyebut, pihaknya saat ini telah menerima laporan adanya 11 Kabupaten/Kota yang diindikasikan terjadi jual beli jabatan. Klaten salah satunya. Sisanya sudah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri.

Dari puluhan dugaan kasus jual beli jabatan yang telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, telah ditindaklanjuti oleh KPK. “Ya tinggal tunggu kapan KPK memanggil mereka,” katanya seperti dikutip dari Republika.

KPK siap membongkar kasus jual beli jabatan yang terjadi di daerah lain. Masyarakat diimbau melaporkan jika ada informasi jual beli jabatan. “Laporan dapat disampaikan pada KPK atau Saber Pungli,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah seperti dilansir dari Liputan6.com,

Baca juga : KASN Bekerjasama KPK Untuk Memberantas Indikasi Praktik Jual Beli Jabatan Pemerintahan

Komisioner KASN Nuraida Mokhsen menyatakan, KASN melakukan pengawasan lanjutan terhadap proses perekrutan PNS di 11 kabupaten tersebut. “Masih akan dilanjutkan dengan penyelidikan,” kata Nuraida, Jumat (6/1) seperti dipetik dari detik.com.
(Muspri-sisidunia.com)