sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Resolusi Tahun 2017, Kementerian ESDM Target Selesaikan Sisa 7,25% Wilayah Indonesia Dimasuki Listrik

Resolusi Tahun 2017, Kementerian ESDM Target Selesaikan Sisa 7,25% Wilayah Indonesia Dimasuki Listrik



Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rasio elektrifikasi tahun ini dapat mencapai 92,75%. Artinya, di akhir 2017 tinggal 7,25% wilayah Indonesia saja yang belum berlistrik.

Resolusi Tahun 2017, Kementerian ESDM Target Selesaikan Sisa 7,25% Wilayah Indonesia Dimasuki Listrik

Ilustrasi Listrik PLN

Target tersebut ditetapkan karena ada sejumlah pembangkit listrik yang mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) di 2017.

Ditargetkan pembangkit-pembangkit yang COD tahun ini 4.487 MW, sehingga total kapasitas listrik pun akan meningkat dari saat ini sekitar 59.000 MW menjadi lebih dari 63.000 MW pada akhir tahun.

“2017 nanti rasio elektrifikasi 92,75%. Yang COD targetnya 4.487 MW,” kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, di Jakarta, Sabtu (7/1/2017), dilansir dari detikFinance.

Sementara pada 2016 lalu, total pembangkit listrik yang COD mencapai 4.128 MW. Sebagian besar berasal dari sisa Fast Tracking Project (Program 10.000 MW). Sedangkan rasio elektrifikasi naik dari 88% pada akhir 2015 menjadi 90,35%.

“Ada tambahan pembangkit 4.128 MW. Rasio elektrifikasinya jadi 90,35%, di atas target 2016 yang 90,15%. Kemarin akhir 2015 88%,” papar Jarman.

Sementara susut jaringan (losses) pada 2016 menurun dari 8,87% pada 2015 menjadi 8,68%. Semakin sedikit listrik yang terbuang akibat buruknya kualitas jaringan, pencurian listrik, dan sebagainya.

“Sudah tercapai sesuai target, yaitu 8,68% dari target 8,67%. Turunnya sudah banyak, losses sebelumnya 8,87% turun ke 8,68%,” Jarman menuturkan.

Dari penurunan losses sebesar 0,2% itu, PLN mendapatkan penghematan sekitar Rp 600 miliar. Turunnya losses, menurut Jarman, terutama karena PLN memperbaiki jaringan dan memberantas pencurian listrik.

Baca juga : Warga Perbatasan NTT Merasa Setelah 70 Tahun Indonesia Merdeka, Baru Kali Ini Merasakan Kemerdekaan Sesungguhnya

“Ada perbaikan jaringan, pencurian listrik berkurang. Setiap turun 1% losses itu Rp 3 triliun,” pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)