sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Simak Kisah Orang Terkaya Di Dunia Yang Dulunya Buruh Pabrik

Simak Kisah Orang Terkaya Di Dunia Yang Dulunya Buruh Pabrik



Beijing – Nama Li Ka Shing adalah salah satu orang terkaya di Asia, bahkan di dunia. Ia merupakan seorang pebisnis dan investor. Kesuksesannya mampu membuatnya duduk sebagai orang terkaya kedua di Asia dengan kekayaan senilai US$ 29,8 miliar.

Simak Kisah Orang Terkaya Di Dunia Yang Dulunya Buruh Pabrik

Li Ka Shing

Meski begitu, kesuksesannya yang diraih Ka-shing tidaklah mudah. Demi bisa berada di posisinya sekarang, pria berusia 88 tahun ini harus menempuh berbagai perjuangan hidup.

Baca juga : 2 Orang Tewas Akibat Angin Puting Beliung Yang Melanda Wilayah Jember dan Yogyakarta

Melansir Business Insider, Kamis (5/1/2017), Li Ka-shing mengaku sudah menjadi tulang punggung keluarganya sejak masih belia. Ia berserta keluarganya harus pindah ke Hong Kong karena sang Ayah yang meninggal karena penyakit TBC.

Akibat hal ini, ia juga harus meninggalkan sekolah sebelum usia 16 tahun dan bekerja sebagai buruh pabrik. Selama bekerja, Li memberikan 90 persen dari gajinya untuk Ibunya. Keberhasilannya dalam mencari nafkah untuk keluarga mengajarinya tentang nilai sosial dan sikap dermawan.

Terus menerus hidup dalam keterpurukan membuat Li Ka-shing bertekad untuk bisa keluar dari jeratan kemisikinan. Maka, pada tahun 1950, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri.

Setelah meminjam modal ke sejumlah relasi, ia kemudian menyemplungkan diri di bisnis plastik dengan nama Cheung Kong Industries.

Usaha mainan dan bunga plastiknya dianggap banyak orang sebagai hal yang remeh. Namun, dengan kejeliannya, ia melihat peluang bahwa di negara-negara Barat justru banyak membutuhkan bunga plastik.

Dari sanalah, bisnis yang dianggap kecil tersebut justru melejitkan namanya. Pelan tapi pasti, berkat kejeliannya mengamati pasar Ka-shing berhasil mendapat banyak keuntungan di bisnis yang dijalaninya.

Li Ka-shing membuka pabrik pertamanya di usia 22 tahun. Hebatnya lagi, hanya dalam beberapa tahun saja ia bisa menjadi seorang produsen, pengembang properti dan investor.

Di usianya yang menginjak senja, LiKa-shing beralih profesi menjadi seorang investor dalam bidang teknologi. Beberapa perusahaan teknologi besar telah menjadi tujuan investasinya, termasuk perusahaan arahan Mark Zuckerberg, Facebook. (bens – sisidunia.com)