Home » News » Pelaku Teror Bom di Magelang Ternyata Ketua RT

Pelaku Teror Bom di Magelang Ternyata Ketua RT



Magelang – Pelaku teror Bom di dekat Ponpes API Tegalrejo Kabupaten Magelang telah ditangkap. Ternyata, pelaku adalah Ketua RT setempat bernama Haris Fauzi (45). Haris Fauzi ditangkap polisi di rumahnya RT 2, RW 4 Dusun Krajan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Rabu (4/1/2017) pukul 11.00 WIB.

Pelaku Teror Bom di Magelang Ternyata Ketua RT

Pelaku Teror Bom di Magelang Ternyata Ketua RT

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan pelaku dua kali melakukan teror bom di sekitar Ponpes API Tegalrejo. Teror pertama dilakukan pada Selasa (27/12/2017) di depan Apotik Perintis Farma dan teror kedua Senin (2/1/2017) di depan Toko Oleh Oleh Trio Warna, sekitar 1,5 km dari TKP pertama.

Baca juga : Warga Kalijirak Menemukan Mayat Gantung Diri Di Gudang Barang Bekas

Teror kedua ini menjadi petunjuk polisi untuk mengungkap pelaku teror bom tersebut. Saat itu, polisi menemukan benda diduga bom berisi bubuk hitam, rangkaian kabel, peralon dan lainnya. Berbeda dengan “bom” pertama, bubuk hitam ini kurang lembut dan masih terdapat bongkahan arang kayu.

Dari petunjuk ini, penyelidikan polisi mengarah pada Ketua RT 2, RW 4 Dusun Krajan Haris Fauzi. Dua hari dari teror kedua, polisi berkeyakinan bahwa pelaku adalah Haris Fauzi. “Pelaku kami tangkap di rumahnya. Setelah kami intrograsi, ia mengakui perbuatannya,” kata Hindarsono dalam gelar di Mapolres, Kamis (5/1).

Uniknya, Haris Fauzi merupakan warga yang banyak memberikan keterangan kepada media pada saat penemuan bom pertama. Saat itu, dia mengatakan lokasi penembuan bom terdapat banyak rumah kontrakan maupun kos yang dihuni para pendatang dari luar daerah. Mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Tegalrejo dan seitarnya.

Menurut kapolres pihaknya mengamankan sekitar 22 item barang bukti dari rumah tersangka. Diantaranya sepeda motor warna hitam, isolasi lakban warna kuning, kabel warna biru, palu, filter bekas saringan air isi ulang kemasan, buku catatan ukuran sedang warna krem, buku gambar bersampul kuning, satu bungkus kartu perdana, hp, cutter, tas hitam, penggaris putih bertuliskan “debozz” dan lainnya.

Disebutkan, polisi sudah melacak identitas dan aktifitas pelaku serta pola komunikasinya. Dari situ, polisi berkeyakinan bahwa Haris Fauzi tidak terkait dengan jaringan terorisme manapun. Ia melakukan dua kali aksi teror seorang diri. “Untuk motif teror ini, pelaku merasa jengkel dengan Gus Yusuf. Dia ini wiraswasta dengan membuka toko kelontong. Kemungkinan dia belajar dari film-film,” kata Hindarsono.

Kepada polisi, ia mengaku kecewa dan jengkel kepada pimpinan Ponpes API KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) lantaran merasa dirinya tidak didukung saat ingin mencalonkan diri menjadi anggota legislatif DPRD Kabupaten Magelang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2004 atau 12 tahun silam. Pelaku kemudian pindah ke PDI Perjuangan dan ingin menjatuhkan nama baik Ponpes API. Ia melakukan dengan cara teror bom dengan harapan tidak ada lagi santri yang mau belajar mengaji di Ponpes API. (bens – sisiunia.com)