sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Insiden Pengeroyokan di Arena Biliard, Seorang Anggota TNI Tewas

Insiden Pengeroyokan di Arena Biliard, Seorang Anggota TNI Tewas



Bekasi – Anggota TNI AU , Prada Riki Hidayat tewas karena dikeroyok puluhan orang di arena biliar, Main Biliar, di Jalan Raya Pondok Gede, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi semalam.

Insiden Pengeroyokan di Arena Biliard, Seorang Anggota TNI Tewas

Ilustrasi pengeroyokan

Berdasarkan informasi, awalnya Prada Riki bermain biliar bersama tujuh temannya. Tiba-tiba, sekelompok pemuda yang jumlahnya sekira 20 orang, masuk ke tempat biliar dan menghampiri kelompok Prada Riki.

Baca juga : Sumarsono Bidik PSK Asing Ilegal di DKI

Kemudian Prada Riki dan kawanan pelaku terlibat adu mulut. Setelah itu, rekan-rekan Prada Riki kabur meninggalkan lokasi. Prada Riki pun menghadapi puluhan pemuda tersebut sendirian. Ia jadi bulan-bulanan kawanan pelaku.

Prajurit matra udara itu dipukul menggunakan patahan paralon, stick biliar dan tubuhnya ditusuk senjata tajam. Prada Riki tewas di lokasi kejadian. Anggota Kesatuan Kodiklat AU Halim Perdana Kusuma tersebut tewas dengan luka tusuk 13 di tubuhnya.

Atas kasus tersebut, TNI AU mengimbau agar semua oknum pemuda yang menggeroyok Prada Riki hingga tewas segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Dikabarkan, saat ini aparat kepolisian telah menangkap tiga pelaku dan 17 lainnya masih dalam pencarian.

Kadispen AU, Marsekal Pertama Jemi Tri Sonjaya mengatakan, sangat menyesalkan tindakan para oknum pemuda itu. Sementara hingga saat ini, pihaknya masih mencari motif pengeroyokan.

Menurut Jemi, pihaknya telah mendapat informasi bahwa para pelaku yang mengeroyok Prada Riki dalam kondisi mabuk.

“Motifnya sampai sekarang masih belum diketahui karena ‎saya juga belum mendapat informasi A1 dari bawah. Informasinya ke-20 orang ini mabuk (saat melakukan pengeroyokan),” kata Jemi kepada Okezone, Kamis (5/1/2016).

(bens – sisidunia.com)