sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mengaku Hendak Jemput Anak, Pria China Ini Malah Tikam 11 Siswa Sekolah TK

Mengaku Hendak Jemput Anak, Pria China Ini Malah Tikam 11 Siswa Sekolah TK



Beijing – Seorang pria berpisau, Rabu (4/1/2017), menikam 11 siswa taman kanak-kanak di wilayah selatan China mengakibatkan tiga anak mengalami luka serius.

Mengaku Hendak Jemput Anak, Pria China Ini Malah Tikam 11 Siswa Sekolah TK

Ilustrasi

Pria itu memasuki sebuah taman kanak-kanak di wilayah otpnomi Guangxi Zhuang pada siang hari dan mengaku hendak menjemput anaknya. Ternyata pria itu memanjat dinding sekolah untuk masuk ke dalam tempat itu. Demikian dikabarkan stasiun televisi CCTV.

Sementara itu, kantor berita Xinhua mengabarkan, tiga anak yang luka parah kini dirawat di rumah sakit dan pelaku penikaman sudah ditahan. Polisi kini masih menyelidiki motif yang mendorong pria tersebut melakukan perbuatan keji itu.

Kejahatan dengan kekerasan telah meningkat di Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir saat ekonomi bangsa itu mengalami kemajuan pesat dan kesenjangan antara kaya dan miskin melebar. Sejumlah studi juga menjelaskan kenaikan prevalensi gangguan mental, beberapa dari mereka terkait dengan stres.

Pada Februari tahun lalu, penyerang berpisau melukai 10 anak-anak di Haikou, provinsi Hainan. Setelah melakukan aksinya orang itu bunuh diri.

Pada 2014, media pemerintah mengabarkan seorang pria menikam tiga anak-anak dan seorang guru hingga tewas serta melukai beberapa orang lainnya. Aksi tersebut dipicu setelah sekolah yang diserang tersebut sebelumnya menolak pendaftaran pria yang mengamuk itu.

Baca juga : Pria Ini Tega Cekik Putrinya Sendiri Karena Unggah Foto Tanpa Busana

Pada Maret 2013, insiden serupa melibatkan seorang pria yang menikam dua kerabatnya hingga tewas dan melukai 11 orang lainnya, termasuk enam anak-anak, di luar sebuah sekolah di kota Shanghai.
(Muspri-sisidunia.com)