Home » News » KPK Temukan Uang Milyaran Rupiah Saat Geledah Ruang Kerja Anak Bupati Klaten

KPK Temukan Uang Milyaran Rupiah Saat Geledah Ruang Kerja Anak Bupati Klaten



Jakarta – Pada Minggu (1/1/2016) hingga Senin (2/1), KPK melakukan serangkaian penggeledahan di rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini. Penggeledahan itu dilakukan terkait dengan suap promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

KPK Temukan Uang Milyaran Rupiah Saat Geledah Ruang Kerja Anak Bupati Klaten

Ilustrasi Kantor KPK

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Klaten Amin Mustofa mengaku ikut menyaksikan penggeledahan karena diminta oleh KPK. Amin menyebut salah satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja Andi Purnomo, anak kandung Sri.

“Kalau jumlah pastinya saya tidak tahu, tapi nilainya jelas miliaran rupiah. Banyak sekali jumlahnya. Uang itu diambil dari ruangan Mas Andi, putra Ibu Bupati,” kata Amin, Selasa (3/1/2017).

Selain Amin, beberapa orang yang diminta menjadi saksi saat penggeledahan adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten Sartiyasto, Inspektur Inspektorat Klaten Syahruna, serta PNS lain di lingkup Pemkab Klaten.

Amin mengatakan tidak kurang dari 100 item barang yang disita KPK dari dalam rumah dinas bupati. Ada yang berupa compact disk (CD), dokumen, hingga tumpukan uang.

Selain di rumah dinas, penggeledahan oleh KPK dilakukan di ruang kerja bupati di Gedung B dan ruang Badan Kepegawaian Daerah di Gedung C. Keduanya berada di Kompleks Kantor Bupati Klaten.

Baca juga : Marak Kasus Jual Beli Jabatan, Ini Kata Plt Gubernur DKI

“Dari ruang Kepala BKD tidak ada yang disita, sedangkan dari ruang Kabid (Kepala Bidang) Mutasi BKD, KPK menyita dokumen-dokumen terkait dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang baru, sebanyak 12 bendel. KPK juga menyalin sejumlah data dari komputer di ruang Pal Slamet (Kabid Mutasi BKD Klaten). Setelah penyitaan, KPK melepas segel ruangan,” ujar Sartiyasto.

Bupati Klaten Sri Hartini telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berkaitan dengan promosi jabatan. Ada sejumlah uang yang disita KPK dalam penangkapan itu, yaitu Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri dan Rp 2 miliar dari rumah dinas Sri. Selain itu, ada USD 5.700 dan SGD 2.035 yang disita dari rumah dinas Sri.
(Muspri-sisidunia.com)