sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Ini Strategi Bos Pertamina Untuk Menandingi Petronas

Ini Strategi Bos Pertamina Untuk Menandingi Petronas



Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, mengungkapkan strategi perseroannya agar bisa menandingi badan usaha milik negara asal Malaysia, Petronas. Setidaknya, bagi Dwi, ada dua cara untuk menungguli Petronas.

Ini Strategi Bos Pertamina Untuk Menandingi Petronas

Direktur Utama PT. Pertamina Persero, Dwi Soetjipto

“Harus ada terobosan lain untuk bisa mengalahkan Petronas,” ujar Dwi saat ditemui di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu 4 Januari 2017.

Strategi pertama, meleburkan PT Pertamina dengan PT Perusahaan Gas Negara, yang rencananya bakal direalisasikan pada tahun ini. Ini ditambah dengan sinergi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Sedangkan strategi kedua adalah dengan meningkatkan investasi jangka panjang. Menurut Dwi, dibutuhkan waktu selama 10 tahun ke depan, agar aset yang dimiliki perseroan menyamai aset yang dimiliki oleh Petronas.

“Paling tidak Rp1.000 triliun untuk membuat aset Pertamina dua kali lipat,” ujarnya.

Mantan bos PT Semen Indonesia itu mengatakan, laba yang diperoleh Pertamina di kuartal III sebesar Rp40 triliun memang menjadi kali pertama mengalahkan Petronas. Namun, hasil tersebut hanya bersifat sementara.

“Sebab, aset Pertamina hanya sepertiga dari aset Petronas. Investasi makanya harus jalan,” tuturnya.

PT Pertamina bersama Nahdlatul Ulama pada hari ini, Rabu 4 Januari 2017 menandatangani nota kesepahaman, yang akan menjadi landasan kedua belah pihak dalam melaksanakan kerja sama pengembangan ekonomi umat dengan pemanfaatan energi.

Baca juga : Petronas Akan Keruk Minyak RI Lebih Banyak di Tahun 2015

Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, basis dukungan masyarakat yang lebih dari 40 juta jiwa dari NU, membuat perseroan bergerak untuk bekerja sama dalam melakukan optimalisasi pengembangan, pemanfaatan dan konservasi energi.

“PBNU memiliki perangkat para pengusaha, baik kecil, menengah dalam himpunan pengusaha. Peran ini yang mungkin coba kami dorong,” jelas Dwi.
(Muspri-sisidunia.com)