Home » Ekonomi & Bisnis » Ini Prediksi Gerakan IHSG Pada Awal Perdagangan 2017

Ini Prediksi Gerakan IHSG Pada Awal Perdagangan 2017



Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diterpa ketidakpastian pada awal perdagangan di 2017 lantaran mengalami pelemahan. Tapi, penurunan indeks diyakini hanya bersifat sementara dan akan segera kembali menguat.

Ini Prediksi Gerakan IHSG Pada Awal Perdagangan 2017

Ilustrasi

Analis Bahana Securities Muhammad Wafi memprediksi indeks di sepanjang hari akan kembali menguat. Pelemahan yang terjadi kemarin hanya bersifat koreksi wajar karena sering terjadi pada saat pergantian tahun.

“Indeks siap rebound dan kembali ke jalur positif. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang support 5.250, dan resisten 5.325,” kata Wafi, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Sementara itu, Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan, indeks berpeluang mengalami koreksi wajar dan berupaya membentuk pola kenaikan jangka pendek. “Indeks masih terlihat sedang membentuk pola uptrend jangka pendek, meski akan akan mengalami koreksi secara terbatas,” terang William.

Dengan keadaan itu, menurut William, pelaku pasar atau investor bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan akumulasi pembelian dengan risiko yang lebih terbatas. Potensi kenaikan indeks sejalan tren historis awal tahun dan awal bulan.

Baca juga : Jelang Libur Akhir Tahun, IHSG Berpotensi Naik

“Indeks juga dipengaruhi data ekonomi domestik yang menunjukkan kondisi cukup terkendali. Hal ini bisa menjadi faktor penunjang kuat untuk ekonomi di tahun ini (2017),” tutur William.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Selain itu, perlu pula mencemati pergerakan saham seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).‎
(Muspri-sisidunia.com)