Home » News » Tukang Pijat di Purworejo Diciduk Polisi Karena Lakukan Praktek Terlarang

Tukang Pijat di Purworejo Diciduk Polisi Karena Lakukan Praktek Terlarang



Salatiga – Mutiah (53) warga Kelurahan Legetan Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo ditangkap polisi.

Tukang Pijat di Purworejo Diciduk Polisi Karena Lakukan Praktek Terlarang

Polres Salatiga gelar perkara kasus aborsi dengan menghadirkan para tersangka yaitu, sepasang muda mudi, perantara dan dukun bayi yang bantu gugurkan kandungan

Wanita tukang pijat itu diciduk Polres Salatiga karena diduga bantu gugurkan kandungan atau aborsi wanita hamil bernama Clara (19)

Kini Mutiah dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Salatiga. Wanita itu mengakui telah terlibat dalam aksi aborsi terhadap Clara (19) hasil hubungan gelap dengan Rustanto (21) kekasihnya.

“Keterlibatan Mutiah dalam kasus tersebut adalah sebagai tukang pijat yang membantu Clara untuk menggugurkan janin yang ada di dalam kandungannya. Mutiah kami tangkap seusai tindakan keji tersebut terungkap,” kata Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto dilansir dari Tribun Jateng, Selasa (3/1/2017).

Polres Salatiga gelar perkara kasus aborsi dengan menghadirkan para tersangka yaitu, sepasang muda mudi, perantara dan dukun bayi yang bantu gugurkan kandungan, Selasa 3 Juli 2017.

Menurutnya, dalam pengembangan pemeriksaan terhadap Rustanto, mahasiswa warga Kelurahan Ngadirojo Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali tersebut berkisah bahwa tindakan gugurkan kandungan dibantu oleh Agus (36) warga Gendongan Kecamatan Tingkir Kota Salatiga.

Oleh Agus, Clara pun diajak ke Purworejo untuk menemui Mutiah si tukang pijat.

“Kami melalui Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Mochamad Zazid melakukan pemeriksaan, olah tempat kejadian perkara (TKP), pengembangan, dan penangkapan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tindak aborsi tersebut.”

“Totalnya ada empat orang yang terlibat dan semuanya kini kami tahan di Rutan Mapolres Salatiga,” ujarnya.

Semua yang dilakukannya secara spontan dan ketika itu diklaimnya kasihan kepada Clara sehingga menyanggupi untuk membantu.

Baca juga : Jukir di Karawang Diciduk Polisi Lantaran Nyambi Jadi Pengedar Narkoba

“Saya tidak menggunakan ramuan apa-apa untuk menggugurkan janin yang ada di dalam kandungan Clara.”

“Perutnya cuma saya tekan-tekan, kemudian saya masukkan ketela ke lubang alat kelamin dia.”

“Tidak ada yang mengajari, coba-coba saja. Karena sebelumnya tidak pernah, baru sekali itu saja. Ketika itu saya dibayar Rp 1 juta,” ujar Mutiah.
(Muspri-sisidunia.com)