sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Setya Novanto Tidak Memenuhi Panggilan KPK Karena Masih Berada Di Luar Negeri

Setya Novanto Tidak Memenuhi Panggilan KPK Karena Masih Berada Di Luar Negeri



Jakarta – Terkait dugaan kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP, Setya Novanto tidak memenuhi panggilan penyidik KPK. Novanto mengaku masih berada di luar negeri dan meminta penjadwalan ulang.

Setya Novanto Tidak Memenuhi Panggilan KPK Karena Masih Berada Di Luar Negeri

Setya Novanto

“Informasi yang kami terima memang ada permintaan penjadwalan ulang karena saksi masih berada di AS (Amerika Serikat),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (4/1/2017).

Baca juga : Istri Hakim Pangeran Napitupulu Terus Menangis Saat Membela Sang Suami

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid mengaku belum tahu tentang pemanggilan Novanto tersebut. Dia menyebut hari ini Novanto baru tiba dari luar negeri.

“Saya baru tahu, Pak Novanto masih di luar (negeri), kan. Hari ini baru sampai,” ujar Nurdin Halid saat dikonfirmasi detikcom sebelumnya.

Novanto, yang juga Ketua DPR, rencananya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP. Novanto pernah dipanggil penyidik KPK pada Selasa, 13 Desember 2016. Saat itu Novanto diperiksa selama 7 jam oleh penyidik KPK dan membantah menerima aliran uang terkait kasus itu.

Nama Novanto muncul dari ‘nyanyian’ Nazaruddin. Dia disebut sebagai orang yang mengatur pemberian fee proyek e-KTP kepada sejumlah pihak. Nazaruddin menyebut Novanto menerima ‘dana bancakan’ Rp 300 miliar dari proyek e-KTP itu.

Novanto disebut menerima fee proyek tersebut saat proyek e-KTP berlangsung pada 2011-2014. Saat itu, Novanto menjabat Bendahara Umum Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar di DPR.

KPK baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut, yakni eks Dirjen Dukcapil Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Sugiharto. Ketika proyek e-kTP berlangsung, Irman menjabat kuasa pengguna anggaran, sementara Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen. (bens – sisidunia.com)