sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Curigai Ada Aktor Dibalik Penulisan Buku Jokowi Undercover

Polisi Curigai Ada Aktor Dibalik Penulisan Buku Jokowi Undercover



Jakarta – Diduga, ada pihak yang membantu Bambang Tri Mulyono dari belakang dalam menulis buku `Jokowi Undercover`. Dugaan itu muncul karena kemampuan intelektual Bambang dalam menulis fakta-fakta tentang Presiden Joko Widodo sangat diragukan.

Polisi Curigai Ada Aktor Dibalik Penulisan Buku Jokowi Undercover

Buku Jokowi Undercover Karangan Bambang Tri

“Kita akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia, karena kemampuan menulisnya itu berantakan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2017).

Tito mengatakan, buku setebal 436 halaman itu tidak dilengkapi dengan data primer maupun sekunder sebagai bagian dari metodologi penulisan karya ilmiah. Bahkan, jika dibandingkan dengan karya skripsi pun, hasil tulisan Bambang sangat jauh dari kata ilmiah.

Kemampuan penulis buku `Jokowi Undercover` itu cukup dipahami Tito, karena Bambang hanya tamatan SMA. “Karena itu, kita akan lihat siapa di belakang dia. Kita akan usut,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari diskusi buku ‘Jokowi Undercover’ di pendopo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 19 Desember 2016. Isi buku ternyata banyak menyerang pribadi Jokowi. Salah satunya, Bambang menyebut Jokowi sebagai keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). Usai diskusi, isi buku itu menyebar ke mana-mana, bahkan menjadi pesan berantai.

Baca juga : Suami Cawagub No 1 DKI Diperiksa Polisi Kasus Dugaan Makar

Tidak lama berselang, polisi menciduk Bambang di Kecamatan Tunjungan, Blora, Jawa Tengah, pada 30 Desember 2016. Ia ditangkap atas dugaan ujaran kebencian yang ditulisnya dalam buku `Jokowi Undercover`.

Bambang dijerat ‎Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik. Ia juga disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Penguasa Negara.
(Muspri-sisidunia.com)