sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Pihak Sponsorship Terlambat Membayar, Rio Haryanto Dipastikan Tak Berlaga di F1 2017

Pihak Sponsorship Terlambat Membayar, Rio Haryanto Dipastikan Tak Berlaga di F1 2017



Jakarta – Pembalap Formula One (F1) asal Solo, Indonesia, dipastikan tak bakal ikut di ajang balap musim ini. Menurut ibunda Rio, Indah Penywati, anaknya takkan ikut andil dalam pertarungan pembalap musim 2017.

Pihak Sponsorship Terlambat Membayar, Rio Haryanto Dipastikan Tak Berlaga di F1 2017

Rio Haryanto, Pembalap F1 Asal Indonesia

“Dengan ini saya pastikan bahwa Rio takkan ikut balapan di F1 tahun ini. Waktu yang ditetapkan oleh Sauber F1 sudah lewat dan kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” jelas Indah yang dikutip dari Rappler.

Sebelumnya, Rio punya kans besar untuk bergabung ke tim Sauber F1. Tapi karena pihak sponsorship terlambat melakukan pembayaran, tim asal Switzerland itu pun melarikan tawarannya kepada Pascal Wehrlein.

Tentu ini sangat disayangkan, mengingat pembalap usia belia itu punya bakat yang sangat besar. Sementara pihak sponsorship yaitu Pertamina, belum menyatakan sikap mengapa hal itu sampai terjadi.

Menurut Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi, Gatot S Dewa Broto, mereka juga sangat kecewa dengan tak terlibatnya Rio di F1 tahun ini. “Kami sangat sedih mendengar ini. Pastinya kami berharap karir Rio tak terhenti hanya karena terbatasnya pendanaan yang ada.”

Baca juga : Rio Haryanto Raup Milyaran Rupiah Sebagai Pembalap F1

Kemarin, pernyataan berbeda justru dilakukan manajer pribadi Rio, Piers Hunnisett, bahwa Ia berupaya keras mencari jalan bagi pembalapnya itu untuk tetap berada di ajang balap F1.

Solusi lain, sebenarnya Ia bisa mundur dulu ke ajang GP2 Series atau ajang balap single seater lain yang setahap di bawah F1. Tapi pastinya harus membidik tim yang punya kualifikasi untuk meraih kemenangan dan konsisten. Ini bisa sebagai batu loncatan yang lebih tinggi ke balap F1.
(Muspri-sisidunia.com)