Home » Ekonomi & Bisnis » Ini Negara yang Berani Beri Jaminan Gaji Bagi 2000 Warganya

Ini Negara yang Berani Beri Jaminan Gaji Bagi 2000 Warganya



Jakarta – Finlandia baru saja memulai langkah yang cukup berani, dengan memberikan jaminan penghasilan alias gaji kepada 2.000 warganya. Uang tersebut diberikan kepada mereka yang memiliki dan tidak memiliki pekerjaan.

Ini Negara yang Berani Beri Jaminan Gaji Bagi 2000 Warganya

Ilustrasi Gajian

Program yang baru dijalankan bulan ini, merupakan salah satu cara untuk mengetahui pendapatan pokok masyarakat. Mereka yang terpilih akan mendapatkan uang sejumlah 560 euro atau setara US$ 587 per bulan. Uang tersebut diberikan sebagai bentuk pendapatan tetap masyarakat, terlepas dari kekayaan atau status pekerjaan yang dimiliki.

Tujuan diberlakukannya program ini untuk memberikan jaminan kepada warga Finlandia terhadap potensi berkurangnya lapangan pekerjaan akibat kemajuan teknologi. Langkah ini juga diambil agar pengangguran di Finlandia bisa mengambil pekerjaan sampingan, tanpa harus merasa takut karena mendapatkan upah yang rendah.

Program ini akan diuji coba selama dua tahun ke depan. Mereka yang terpilih secara acak akan menerima ‘gaji’ alias tunjangan pendapatan dari pemerintah. Uang yang mereka terima tidak akan dipotong pajak.

Jika program ini berhasil, nantinya juga akan diberikan ke seluruh penduduk dewasa di Finlandia. Menurut pemerintah Finlandia, langkah ini bisa menghemat anggaran negara dalam jangka panjang. Sistem kesejahteraan sosial yang berlaku di Finlandia terbilang rumit dan sulit untuk dijalankan, sehingga dengan cara ini diharapkan bisa memangkas birokrasi yang ada.

Baca juga : Gedung Pencakar Langit Semakin Bertebaran di Dubai dan Arab Saudi

Terobosan ini juga bisa mendorong lebih banyak pengangguran untuk mencari pekerjaan. Sebagian pengangguran di Finlandia menolak pekerjaan paruh waktu alias part time dengan alasan pendapatan yang rendah bakal membuat tunjangan sosial mereka diputus oleh pemerintah.

“Pendapatan tidak akan mengurangi tunjangan pemerintah. Sehingga memiliki pekerjaan dan memiliki suatu usaha tidak akan mempengaruhi jumlah tunjangan dari pemerintah,” kata kata Marjukka Turunen, Kepala Bagian Hukum di Kela, Agen Asuransi Finlandia, seperti dilansir dari CNN, Rabu (4/1/2017).
(Muspri-sisidunia.com)