Home » News » Ahok Merasa Kampanyenya Terganggu Karena Harus Jalani Sidang Belasan Jam

Ahok Merasa Kampanyenya Terganggu Karena Harus Jalani Sidang Belasan Jam



Jakarta – Calon Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa dirugikan saat mengikuti sidang seharian. Selasa (3/1), memang ia menghadiri sidang keempat kasus penistaan agama yang telah membuatnya menjadi terdakwa.

Ahok Merasa Kampanyenya Terganggu Karena Harus Jalani Sidang Belasan Jam

Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani persidangan lanjutan atas kasusnya di Auditorium Kementerian Pertanian

Sidang yang dihadirinya dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 20.30 WIB. Akibatnya, ia tidak bisa melakukan kampanye blusukan ke rumah-rumah warga.

“Makanya, saya merasa dirugikan. Enggak ada waktu untuk kampanye. Karena setiap minggu, satu harian seperti ini,” kata Ahok seusai mengikuti sidang kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Selain menghabiskan waktunya, Ahok juga merasa jalannya persidangan hari ini juga merugikannya. Karena para saksi memberikan keterangan yang tidak benar, sehingga menjurus ke arah fitnah.

“Itu jelas fitnah, terlalu kejam. Yang pasti enggak bisa pidato 1 jam 40 menit konteks Anda comot hanya 13 detik untuk mengatakan saya menista agama. Saya katakan itu suatu fitnah. Saya sudah sampaikan berulang-ulang. Saya enggak mungkin menista agama,” ujarnya.

Apalagi di dalam persidangan tadi, ada saksi yang selalu bilang lupa. Semua pertanyaan yang diajukan pengacaranya selalu dijawab lupa.

Baca juga : Novel Tegaskan Tidak Punya Kepentingan Lain Dalam Perkara Dugaan Penistaan Agama

“Sampai lulus SD, SMP, SMA dia lupa. Dia mengaku sarjana hukum padahal (lulusan) FISIP. Ada saksi lapor ke Bareskrim, riwayat hidup dia isi sendiri. Ada saksi mengisi sampai menulis alamat kantor di Depok ditulis di Jakarta. Dia menyalahkan polisi yang salah. Padahal dia paraf setiap lembar dan tanda tangan. Ada lagi saksi malu mengaku kerja di Pizza Hut, punya orang Amerika. Sengaja ditulis di berita acara diubah. Saya sampai ketawa ditanyain, akhirnya dia mengaku enggak perhatikan,” jelasnya.
(Muspri-sisidunia.com)