Home » News » Mahfud MD Soroti Dugaan Jual Beli Jabatan Oleh Bupati Klaten

Mahfud MD Soroti Dugaan Jual Beli Jabatan Oleh Bupati Klaten



Sleman – Pakar hukum UII Mahfud MD menuturkan, banyak pejabat yang memanfaatkan posisinya untuk menjalankan bisnis jual beli jabatan seperti yang dilakukan oleh Bupati Klaten. Sebab, kata dia, bisnis kotor tersebut dapat memberikan banyak keuntungan bagi para pelakunya.

Mahfud MD Soroti Dugaan Jual Beli Jabatan Oleh Bupati Klaten

Pakar Hukum UII, Mahfud MD

“Yang seperti Bupati Klaten itu banyak. Kenapa bisa ketangkep, ya karena Bupati Klaten sedang apes saja,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pada acara Refleksi Menyongsong Tahun 2017 di Gedung Pascasarjana UII Jalan Cik Ditiro, Senin (2/1).

Menurutnya, proses seleksi aparatur sipil negara (ASN) memang sangat rawan terhadap tindakan suap-menyuap. Meskipun seleksi ASN telah memiliki Undang-Undang sendiri. Maka itu, siapa pun yang tertangkap melakukan suap akan dihukum dengan tahanan penjara dan seluruh asetnya dikembalikan pada negara.

“Indeks ketaatan terhadap ideologi dan instansi di Indonesia sendiri memang rendah, yakni 0,25. Ini mengkhawatirkan,” kata Mahfud. Angka tersebut berada jauh di bawah standar dari yang semestinya bisa dicapai. Maka itu tak heran, jika tindak penyelewengan seperti jual beli jabatan masih terjadi.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Sri Hartini pada Sabtu (30/12). Pejawat tersebut ditangkap karena menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan bisnis jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Klaten.

Baca juga : KPK Menduka Kasus Suap Tidak Hanya Di Pemerintahan Kab.Klaten

Sri pun harus merelakan malam pergantian tahun di rumah tahanan Gedung KPK. Sri keluar dari gedung lembaga antirasuah sekitar pukul 20.15 WIB, setelah diperiksa kurang lebih 24 jam. Namun, tak ada pernyataan sedikit pun yang dikeluarkan oleh Bupati yang dilantik belum genap setahun tersebut.

Mengenakan rompi oranye tahanan KPK, dengan mata yang berkaca-kaca, Hartini menerobos kerumunan wartawan menuju mobil tahanan.
(Muspri-sisidunia.com)