sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Perbaiki Kualitas Pelaksanaan APBN, Menkeu Teleconference Dengan Kantor Perbendaharaan se-RI

Perbaiki Kualitas Pelaksanaan APBN, Menkeu Teleconference Dengan Kantor Perbendaharaan se-RI



Jakarta – Dalam rangka tutup buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumpulkan para pejabat eselon I dan II Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Perbaiki Kualitas Pelaksanaan APBN, Menkeu Teleconference Dengan Kantor Perbendaharaan se-RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani juga melangsungkan teleconference dengan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) seluruh Indonesia untuk mengetahui realisasi APBN di detik-detik terakhir.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 jam dimulai dari pukul 14.00 WIB. Masing-masing Kanwil diminta untuk memberikan laporan realisasi selama 10 menit. Ada yang sudah tutup buku, namun juga ada yang masih dalam proses.

“Kanwil ngasih tahu tentang pencapaian masing-masing, tutup tahun sampai data terakhir yang mereka punya,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (31/12/2016).

Sri Mulyani juga mendengarkan kendala dari masing-masing wilayah dalam menjalankan tugas selama setahun terakhir. Baru kemudian, Sri Mulyani memberikan arahan yang bersifat umum maupun spesifik tentang evaluasi pelaksanaan APBN P 2016.

“Pokoknya memperbaiki kualitas pelaksanaan APBN, memastikan sinergi perbendaharaan dengan pajak dengan kekayaan negara, pelayanan, dan profesionalisme,” jelasnya.

Selanjutnya, Sri Mulyani melanjutkan rapat dengan para pejabat eselon I dan beberapa eselon II untuk memastikan hasil akhir realisasi APBN-P 2016. Hasil tersebut akan disampaikan terlebih dahulu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga : Sri Mulyani Kejar Target 95 Persen Wajib Pajak Ikut “Tax Amnesty”

“Secara umum lebih baik saya rasa dibandingkan masa lalu,” pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)