sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Gempa Kembali Guncang Sumba Barat Daya Pada Malam Pergantian Tahun

Gempa Kembali Guncang Sumba Barat Daya Pada Malam Pergantian Tahun



Kupang – Gempa bumi dengan magnitudo 3,4 Skala Richter mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (31/12/2016) malam.

Gempa Kembali Guncang Sumba Barat Daya Pada Malam Pergantian Tahun

Ilustrasi Gempa Bumi

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kupang Hasanudin dilansir dari Kompas.com melalui pesan singkat mengatakan, gempa bumi itu terjadi pada pukul 20.43 Wita.

Pusat gempa berlokasi di 9,39 derajat Lintang Selatan dan 118,57 derajat Bujur Timur. Gempa berkekuatan 3,4 SR terjadi di kedalaman 27 kilometer. Pusat gempa itu, terletak sekitar 65 kilometer barat laut, Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Sejauh ini, gempa susulan sejak gempa 6,6 SR kemarin, sudah terjadi sebanyak sembilan kali berdasarkan catatan yang kami himpun,” ucapnya.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Sehari sebelumnya juga terjadi gempa dengan kekuatan 6,6 SR yang berpusat di 59 kilometer Barat Laut Sumba Barat Daya, NTT terasa hingga Lombok, Jumat (30/12/2016) pukul 05.30.19 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa di kedalaman 91 kilometer tidak berpotensi tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto mengatakan dampak gempabumi berupa guncangan lemah hingga sedang dirasakan di daerah Kuta Bali, Gianyar, Denpasar, Mataram, Bima, Waingapu, Labuan Bajo, Ruteng dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (II-V MMI).

“Di daerah ini guncangan gempa bumi dirasakan oleh hampir semua orang,” terang Agus.

Baca juga : Terjadi Gempa Berkekuatan 5,2 SR Di Wilayah Dekat Maluku

Ditinjau dari kedalamannya, gempa merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Agus menyebutkan, berdasarkan informasi yang didapat BMKG akibat gempabumi plafon di gedung pertemuan Paruga, Dompu, NTB, rontok. Warga di Kota Mataram yang merasakan getaran gempa, berhamburan ke luar rumah.
(Muspri-sisidunia.com)