sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kuasa Hukum Berhalangan Hadir Saat Pembacaan Vonis, Sanusi Minta Waktu Berdiskusi Seminggu

Kuasa Hukum Berhalangan Hadir Saat Pembacaan Vonis, Sanusi Minta Waktu Berdiskusi Seminggu



Jakarta – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis bekas anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi hujuman kurungan selama tujuh tahun. Sanusi dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara berulang dan tindak pidana pencucian uang seperti yang didakwakan.

Kuasa Hukum Berhalangan Hadir Saat Pembacaan Vonis, Sanusi Minta Waktu Berdiskusi Seminggu

erdakwa kasus suap raperda reklamasi Muhammad Sanusi

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muhammad Sanusi dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan pidana denda Rp250 juta. Apabila denda tidak dibayar diganti kurungan selama dua bulan,” kata Hakim Ketua Sumpeno saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jaksa menuntut terdakwa kasus suap raperda reklamasi ini dengan kurungan 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Majelis Hakim mengatakan, masa penahanan yang telah dijalani Sanusi akan dikurangkan dengan pidana yang dijatuhkan. Hakim juga menyita sejumlah aset yang dimiliki Sanusi untuk negara.

“Memerintahkan kepada saudara Sanusi untuk tetap berada di dalam tahanan,” kata Sumpeno.

Sumpeno menyatakan, adik kandung Muhammad Taufik itu terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca juga : Kejari Bengkulu Memusnakan Barang Bukti Hasil Perkara Di Penghujung Tahun 2016

Majelis Hakim juga menilai Sanusi terbukti melakukan pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sanusi secara pribadi menerima putusan majelis hakim. Kuasa hukum Sanusi, Maqdir Ismail, berhalangan hadir karena sakit. Karena itu Sanusi meminta waktu berdiskusi lebih dulu.

“Saya percaya saya di sini karena Allah yang atur. Saya meminta waktu tujuh hari untuk diskusi dengan kuasa hukum. Tapi, saya pribadi menerima, karena ini sudah diatur Allah,” kata Sanusi.
(Muspri-sisidunia.com)