Home » Travel & Kuliner » Isi Liburan Tahun Baru, Susuri Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit di Probolinggo

Isi Liburan Tahun Baru, Susuri Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit di Probolinggo



Probolinggo – Selama ini sisa Kerajaan Majapahit banyak ditemukan di Mojokerto, tapi ternyata ada juga di Probolinggo. Mumpung libur tahun baru, mampirlah ke Candi Kedaton.

Isi Liburan Tahun Baru, Susuri Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit di Probolinggo

Candi Kedaton di Probolinggo

Sisa-sisa kejayaan Kerajaan Majapahit tidak hanya berada di kawasan Mojokerto dan sekitarnya, tapi ada juga di Probolinggo. Salah satunya yakni Candi Kedaton di Dusun Candi kedaton, Desa Andungbiru Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Tak hanya jadi bukti sejarah tentang kerajaan majapahit, tapi juga menjadi alternatif wisata di kawasan Kecamatan Tiris.

Sejumlah pegiat wisata sedang melakukan ekplore di kawasan Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Kecamatan ini sudah umum dengan dua ranu yang banyak terlihat di media sosial berkat upload dari pengunjung. Dua ranu itu yakni Ranu Agung dan Ranu Segaran.

Tidak hanya itu, Kecamatan Tiris juga dikenal dengan Kebun Teh Andung Biru. Tapi siapa sangka, di balik tempat itu semua ada satu yang tak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Kecamatan Tiris. Yakni, Candi Kedaton.

Candi kedaton adalah salah satu candi unik yang terbuat dari batu andesit. Candi ini dibangun sekitar abad VIV dengan bentuk unik dan pemandangan yang indah sekitarnya. Candi Kedaton terletak di Dusun Lawang Kedaton Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris.

“Candi kedaton merupakan candi hindu yang berukuran 6 meter persegi dan memiliki tahun yang tertulis di tangganya sekitar 1292 Saka atau sekitar 1370 masehi,” kata salah satu pegiat wisata, Hafidil, saat berkunjung ke Candi Kedaton pada liburan panjang akhir tahun 2016 ini, Jumat kemarin (30/12/16).

Baca juga : Foto Kondisi Masjid Megah Yang Pernah Dibangun Saddam Hussein

Menurut Hafidil. Candi Kedaton sendiri memiliki 33 relief di kaki candi. Selain terdapat cerita tentang garuda, terdapat juga beberapa relief yang tertulis seperti Arjunawiwaha dan Bhomaknya.

“Jadi ini memang unik, karena bentuknya juga tidak seperti candi pada umumnya,” jelasnya.
(Muspri-sisidunia.com)