Home » News » Kejari Bengkulu Memusnakan Barang Bukti Hasil Perkara Di Penghujung Tahun 2016

Kejari Bengkulu Memusnakan Barang Bukti Hasil Perkara Di Penghujung Tahun 2016



Bengkulu – Barang bukti (BB) tindak pidana umum hasil perkara sepanjang 2016 dimusnakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu di halaman Kejari, pada Kamis (29/112/2016).

Kejari Bengkulu Memusnakan Barang Bukti Hasil Perkara Di Penghujung Tahun 2016

Pemusnahan itu hasil tindak pidana pencurian, pencurian pemberatan, perjudian, narkotika dan perkara kesehatan.

Barang bukti yang dimusnahkan itu berupa, handphone (Hp) dengan berbagai merek 74 unit, timbangan digital 21, mesin judi dua unit, ganja kering 2 kilogram (kg) 624,15 gram, narkoba jenis sabu 802,44 gram, pil ekstasi 48 butir, senjata api (senpi) laras pendek rakitan 4 pucuk, amunisi 26 butir.

Baca juga : Pelaku Perampokan Yang Menjadi Buronan Membawa Senpi

Pemusnahan itu sendiri dilakukan dengan cara dibakar, dengan memasukkan seluruh BB kedalam satu wadah drum berukuran setengah meter. Dengan disaksikan berbagai intansi terkait, baik BNNP Bengkulu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Polres Kota Bengkulu serta instansi lainnya.

Pemusnahan itu berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Nomor : Print- /N.7.10/Euh/12/2016, tanggal 27 Desember 2016, perihal pelaksanaan putusan pengadilan negeri dalam tindak pidana narkotika, yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu I Made Sudarmawan menyampaikan, barang bukti yang dimusnahkan itu bersifat berbahaya. Mulai dari narkotika, senpi rakitan, serta BB berbahaya lainnya.

Empat pucuk senpi laras pendek berikut amunisi, lanjut Made, dua perkara perkara perampokan. Pencurian dan pencurian pemberatan barang bukti 74 unit Hp, dari beberapa perkara.

“Senjata api ada empat pucuk. Tiga pucuk rakitan, satu pucuk laras pendek asli,” kata Made, Kamis (29/12/2016).

Made menjelaskan, pihaknya tidak dapat memastikan nominal BB yang dimusnahkan tersebut. Namun, bisa diperkirakan barang bukti itu mencapai ratusan juta rupiah.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan dari 158 perkara sepanjang tahun 2016,” demikian Made.

(bens – sisidunia.com)