Home » Ekonomi & Bisnis » Jonan Menargetkan Seluruh Rakyat Indonesia Bisa Menikmati Listrik di 2019

Jonan Menargetkan Seluruh Rakyat Indonesia Bisa Menikmati Listrik di 2019



Nusa Dua – Saat ini rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 89%, artinya masih ada 11% rakyat Indonesia yang belum mendapatkan listrik. Di 2019, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi ini mencapai 100%.

Jonan Menargetkan Seluruh Rakyat Indonesia Bisa Menikmati Listrik di 2019

“Harapan Presiden, di 2019 rasio elektrifikasi 100% bisa tercapai. Jadi seluruh rakyat punya akses terhadap listrik,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan, saat ditemui di Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu (28/12/2019).

Pemerintah ingin agar tak hanya listrik bisa diakses oleh seluruh rakyat Indonesia, namun harganya juga harus murah dan terjangkau oleh rakyat.

“Presiden ingin listrik harganya harus makin terjangkau. Bagi kebanyakan orang di kota besar atau kelas menengah, tarif listrik mungkin biasa saja. Tapi Indonesia ini kan dari Sabang sampai Merauke,” papar Jonan.

Kembali ke elektrifikasi, Jonan mengatakan tahun depan dia menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 92%, kemudian di 2018 sebesar 95%, dan di 2019 mencapai 100%.

Soal harga, Jonan mengatakan, listrik yang harganya murah juga akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

“Barang-barang buatan dalam negeri akan lebih murah harganya. Karena itu saya harus dorong,” imbuh Jonan.

Lantas bagaimana cara mencapai semua itu?

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Menteri Perhubungan ini berujar, dirinya akan mengarahkan sumber listrik sesuai geografis dan kekayaan energi yang dimiliki suatu wilayah.

Baca juga : Dibanding Luar Negeri, Tarif Listrik di Indonesia Jauh Lebih Mahal

Contohnya, wilayah yang memiliki tambang batu bara akan didorong agar dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang, atau yang lokasinya persis di dekat tambang tersebut. Sehingga bahan bakar PLTU tersebut murah. Batu bara yang ada tidak perlu dikirim jauh dengan biaya transportasi yang mahal.

Kemudian mendorong PLN membangun pembangkit listrik di dekat sumur gas. Sehingga biaya bahan bakarnya murah tanpa perlu dibangun pipa gas.

“Kemudian saya akan mendorong listrik dari energi terbarukan, tapi dengan harga yang masuk akal,” kata Jonan.

Soal listrik dari energi terbarukan, Jonan mencontohkan panas bumi. Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29.000 megawatt (MW), namun yang ada sekarang baru 1.500 MW. Targetnya pada 2023, sudah ada 7.500 MW listrik dari panas bumi.
(Muspri-sisidunia.com)