Home » News » BPS Memprediksi Impor Daging Sapi Akan Terus Ada Demi Kestabilan Harga

BPS Memprediksi Impor Daging Sapi Akan Terus Ada Demi Kestabilan Harga



Jakarta – Berbagai cara dilakukan pemerintah agar harga daging sapi bisa turun. Salah satunya membuka impor daging sapi beku, jeroan, sampai yang teranyar impor daging kerbau India.

BPS Memprediksi Impor Daging Sapi Akan Terus Ada Demi Kestabilan Harga

Deputi Bidang Statistik Jasa dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo, mengatakan harga daging sapi segar memang masih tinggi, namun tergolong stabil dalam beberapa bulan terakhir.

BPS mencatat, harga daging sapi segar dalam 3 bulan terakhir sekitar Rp 116.000/kg. Meski daging sapi segar tinggi, masyarakat tetap punya pilihan daging dengan harga lebih terjangkau.

“Harga sapi stabil tapi tinggi. Ini kan soal kualitas daging sapi, yang setelah tetelan dan tulang dikeluarkan, ada yang lemaknya banyak dikeluarkan. Tapi kan ada daging yang lemaknya 30% tapi harganya Rp 70.000/kg,” jelasnya di kantor BPS, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

“Jadi tergantung daging mana yang kita konsumsi. Bakso kan ada yang murah ada yang mahal, ada juga bakso dari dagingnya yang murah tapi enak,” tambah Sasmito.

Menurutnya, impor sapi bakalan hidup, daging sapi beku, maupun daging kerbau cukup efektif membuat harga daging sapi segar tak lagi berfluktuatif.

Baca juga : Bagai Simalakama, Ingin Menekan Harga Daging Tapi Peternak Rakyat Semakin Terdesak

“Kalau nggak impor melambung banyak. Sapi lokal kan kaya ayam lokal, biar kecil harga lebih mahal, itu yang jadi balance (keseimbangan) juga,” pungkas Sasmito.
(Muspri-sisidunia.com)