Home » News » Alat Kelamin Bocah ini Terpotong Saat Khitan

Alat Kelamin Bocah ini Terpotong Saat Khitan



Jakarta – Sudah sewajarnya bocah yang berumur 10 tahun ini menjalani khitan sebagai tanda kesiapan menuju usia dewasa. Namun, sesuatu musibah menimpa bocah asal Malaysia ini.

Alat Kelamin Bocah ini Terpotong Saat Khitan

Saat itu si bocah laki-laki yang hanya diketahui berumur 10 tahun menjalani prosedur khitan di sebuah klinik yang terletak di Kajang, Malaysia.

Baca juga : Seorang Dosen Unhas Tewas Gantung Diri Di Belakang Rumah

Namun baru dimulai, sang dokter tiba-tiba ke luar ruangan dan menemui ayah si bocah. Ia mengaku tak sengaja memotong kepala penis putra pria ini dengan pisau bedah laser.

Si bocah lalu dilarikan ke Universiti Kebangsaan Malaysia Hospital yang kemudian merujuknya lagi ke Kuala Lumpur Hospital agar kepala penisnya dapat disambung kembali.

Untungnya hal ini juga berhasil dilaksanakan. Tetapi tidak dikemukakan secara mendetail apa faktor penyebab sang dokter hingga bisa tanpa sengaja memotong kepala penis pasiennya tersebut.

Karena tak terima, ayah si bocah kemudian melaporkan tindakan itu ke pihak berwajib. Dari pemeriksaan, baru terungkap bahwa sebenarnya sang dokter merupakan jebolan kampus terkemuka di Pakistan dan telah mengantongi ‘jam terbang’ selama 21 tahun.

Hanya saja klinik miliknya, yang telah beroperasi sejak 15 tahun lalu itu, tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan Malaysia sehingga ada kemungkinan ini akan memberatkan hukuman sang dokter.

Juru bicara kepolisian setempat, Othman Nanyan memastikan kebenaran insiden tersebut. Namun tidak dijelaskan dengan pasti sangsi apa yang diberikan kepada dokter atas kelalaiannya tersebut. Demikian seperti dilaporkan The Star.

dr Aditya Wardhana, SpBP dari RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan, penis yang telah terpotong bisa saja disambung lagi, tetapi tergantung pada seberapa parah kondisi pasien dan sudah berapa lama jeda waktu sejak penisnya terpotong.

Makin lama waktu jeda setelah penis terpotong, maka semakin sedikit kesempatan untuk menyambungkan kembali bagian tersebut, sebab telah terjadi kematian jaringan.

“Biasanya dokter juga akan memeriksa kondisi penis, termasuk potongannya. Dilihat apakah kondisinya baik-baik saja, dilihat juga bagaimana kondisi pembuluh darahnya,” imbuh dr Aditya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Ada kemungkinan proses penyambungan juga memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika masih baik. Metode yang sering digunakan untuk prosedur ini sering disebut dengan ‘penis replantation microsurgery’. (bens – sisidunia.com)