Home » News » Warga Padangsdimpuan Digegerkan Penemuan Mayat Di Dalam Parit

Warga Padangsdimpuan Digegerkan Penemuan Mayat Di Dalam Parit



Padangsidimpuan – Mayat yang ditemukan di dalam parit dengan luka di kepala menggegerkan warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Mayat tersebut diduga berada di dalam parit sudah dua hari lamanya.

Warga Padangsdimpuan Digegerkan Penemuan Mayat Di Dalam Parit

Diketahui, korban bernama Rahmad Jeki Harahap (18), warga Desa Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Di bagian kepala korban terdapat luka sepanjang 10 centi meter, dengan kondisi tangan sebelah kanan lebam yang diduga akibat benturan dengan benda keras.

Baca juga : Polisikan Habib Rizieq, PMKRI Tak Akan Membuat Aksi Tandingan 212

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Di lokasi penemuan mayat tidak ada ditemukan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Selain itu, tidak ada bekas sudah terjadi kecelakaan. Menurut informasi yang diperoleh dari warga setempat, mayat tersebut ditemukan oleh petugas kebersihan yang saat itu sedang bekerja di lokasi penemuan mayat. Melihat kejadian itu, petugas kebersihan yang belum diketahaui identitasnya mendatangi kantor kepala desa setempat.

Mendapatkan kabar itu, sejumlah petugas langsung ke lokasi guna memastikan kebenarannya.

“Setelah kami memastikan ada mayat, saya langsung menghubungi pihak kepolisian,” ujar UD Sagala, Sekretaris Desa Silandit, kepada wartawan ketika ditemui.

Dia mengaku mengenal mayat yang sudah kaku di dalam parit tersebut. Menurut dia mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban bersama rekannya sempat menaiki salah satu sepeda motor. Terpisah, Kapolsek Batunadua AKP Abdi Abdillah mengatakan, korban tewas akibat kecelakaan tunggal.

Kapolsek mengatakan, penemuan mayat itu menurut informasi dari Fuat Nasution (16), yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Padahal, mayat tersebut ditemukan oleh petugas kebersihan. Ketika ditanya apakah ada laporan kecelakaan yang diterima oleh Polsek Batunadua, Abdi mengaku belum ada menerima laporannya.

“Dia tewas karena kecelakaan tunggal,” ujarnya.

Abdi juga mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika korban dan rekannya melewati lokasi kejadian dengan kecepatan tinggi, sehingga kendaraan yang dinaiki tidak terkendali. (bens – sisidunia.com)