Home » News » Polisi Berhasil Bekuk Puluhan Terduga Teroris Jelang Perayaan Natal

Polisi Berhasil Bekuk Puluhan Terduga Teroris Jelang Perayaan Natal



Jakarta – Sedikitnya 21 terduga teroris berhasil ditangkap Densus 88 menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, puluhan terduga teroris tersebut dibekuk di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Polisi Berhasil Bekuk Puluhan Terduga Teroris Jelang Perayaan Natal

“Total yang ditangkap kemarin tujuh orang ditambah 14 orang, totalnya 21 orang. Di Deli Serdang, Payakumbuh, Batam, Bima dan Pulau Jawa,” ujar Tito di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Tito meyakini, penangkapan tersebut akan berdampak terhadap menyusutnya jumlah sel-sel yang berbeda dari kelompok teroris tersebut.

“Dan terus kita kembangkan ke jaringan lain kalau masih ada. Kita yakin dengan banyak penangkapan ini akan memberi efek ke kelompok yang lain,” ungkapnya.

Dia menambahkan, masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru tak perlu khawatir dengan ancaman terorisme. Upaya penjagaan tempat ibadah terus ditingkatkan oleh seluruh jajaran aparat keamanan.

“Kita yakinkan situasi insya Allah tenang tidak ada apa apa. Mari kita bekerja bersama-sama. Silakan nikmati Natal dan tahun baru, kami akan terus bekerja keras,” tandasnya.

Sebanyak tujuh terduga teroris dibekuk Tim Densus 88 Anti Teror dari empat lokasi penggerebekan pada Rabu, 21 Desember 2016. Tiga tewas, empat lainnya ditangkap.

Penggerebekan selanjutnya dilakukan di Desa Balai Nan Duo, Payakumbuh, Sumatera Barat. Satu terduga teroris ditangkap atas nama Hamzah alias JT. Dia bagian dari jaringan teroris Solo yang dipimpin Abu Zaid.

Baca juga : Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Perketat Pengamanan Gereja

Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris di Desa Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumatera Utara. Syafii, 34, ditangkap di rumah orang tuanya.

Pada hari yang sama, Densus 88 menangkap HA alias Abisyah yang merupakan DPO kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) di Batam. Abisyah dan Syafii diketahui berada dalam satu jaringan, yaitu kelompok radikal Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmat Dewa.
(Muspri-sisidunia.com)