Home » News » Pengurus YLKI Dorong Pemerintah Menerapkan Regulasi Label Pangan Berkode Warna

Pengurus YLKI Dorong Pemerintah Menerapkan Regulasi Label Pangan Berkode Warna



Jakarta – Pemerintah diminta menerapkan regulasi label pangan berkode warna terkait pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak. Dengan melihat warna, konsumen tahu tingkat kandungan setiap zat itu di produk pangan.

Pengurus YLKI Dorong Pemerintah Menerapkan Regulasi Label Pangan Berkode Warna

Bagi pemerintah, cara itu membantu menekan beban negara dalam mengendalikan penyakit tak menular yang dipengaruhi gaya hidup, termasuk pola konsumsi.

“Tingginya angka penyakit tak menular di Indonesia dan beban pembiayaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) semestinya menjadi justifikasi mengapa penting (penerapan label pangan dengan kode warna),” ucap anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, Jumat (23/12), di Jakarta.

Indonesia mengalami transisi epidemiologi, dari dominasi penyakit menular ke tingginya kasus penyakit tak menular. Menurut Sample Registration Survey 2014, tiga penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia adalah stroke, jantung koroner, dan diabetes.

Sejak JKN berjalan hingga Januari 2016, lima besar penyakit dengan klaim terbesar adalah penyakit jantung (Rp 6,9 triliun), kanker (Rp 1,8 triliun), stroke (Rp 1,5 triliun), gagal ginjal (Rp 1,5 triliun), dan diabetes melitus (Rp 1,2 triliun).

Sekitar 80 persen penyakit tak menular bisa dicegah dengan asupan gizi seimbang. Warga perlu didorong memilih produk bergizi dan tak berlebihan.

Baca juga : Daging Sapi Turun Kembali Karena Pasokan Melimpah

Penerapan label pangan dengan kode warna yang dikenal sebagai pelabelan pangan lampu lalu lintas memudahkan konsumen memilih produk secara tepat. Namun, informasi kandungan gizi di kemasan kurang dipahami karena bahasanya teknis. “Huruf pada informasi itu terlalu kecil,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)