Home » News » Sepasang Bule Ini Nekat Curi Sepeda di Gili Trawangan

Sepasang Bule Ini Nekat Curi Sepeda di Gili Trawangan



Gili Trawangan – Belum lama ini ada kejadian menghebohkan di Gili Trawangan. Sepasang turis asal Australia sedang diarak massa. Mereka diarak karena kasus pencuian.

Sepasang Bule Ini Nekat Curi Sepeda di Gili Trawangan

Di Facebook, tengah ramai beredar foto-foto sepasang turis bule yang sedang diarak keliling massa. Foto tersebut memperlihatkan mereka tengah berjalan di tengah iringan banyak orang, termasuk kawalan beberapa petugas berseragam. Lokasi foto ini disebutkan ada di Gili Trawangan.

Baca juga : Akibat Mencuri, Sepasang Turis Asal Autralia Diarak Keliling Pulau

Dilihat detikTravel dari BBC World, Rabu (21/12/2016), di leher 2 orang turis bule tersebut tergantung sebuah papan karton yang bertuliskan ‘I AM THIEVE. DON’T DO WHAT I DID!’ (Saya pencuri. Jangan lakukan apa yang telah kulakukan).

Sepasang turis bule yang tidak disebutkan identitasnya ini diarak massa karena kedapatan melakukan tindak pidana pencurian. Dari rekaman kamera CCTV, turis pria dan wanita asal Australia ini tengah tertangkap kamera sedang mencuri sepeda. Mereka pun tidak bisa menyangkal perbuatan tersebut.

Oleh penduduk setempat dan petugas kepolisian, mereka pun diarak keliling pulau dengan membawa papan bertuliskan saya pencuri. Tujuannya jelas, membuat mereka malu di depan publik, sehingga ke depannya ada efek jera atas perbuatan yang mereka lakukan, dan tidak akan mengulanginya lagi.

Praktek diarak massa bagi pelaku tindak kejaharan di Gili Trawangan seperti ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, meski awal mulanya tidak ada yang tahu pasti sejarah ritual tidak biasa itu. Seperti sudah jadi kesepakatan bersama antara penduduk setempat dan polisi bila ada yang dianggap melakukan tindak kejahatan, mereka akan diarak keliling pulau.

Beberapa pengguna Facebook pun mempertanyakan tentang tradisi mengarak pelaku kejahatan itu. Mereka mempertanyakan apakah tindakan tersebut sah di mata hukum? apakah tidak melanggar privasi para tertuduh? Sementara sebagian yang lain, menanyakan apakah tindakan mempermalukan tertuduh seperti itu efektif atau tidak dalam menimbulkan efek jera. (bens – sisidunia.com)