Home » News » Penumpang Awalnya Tidak Suka Dengan Bunyi Klakson Telolet

Penumpang Awalnya Tidak Suka Dengan Bunyi Klakson Telolet



Yogyakarta – Awal mula kemunculan klakson telolet, ternyata menimbulkan protes. Komplain tersebut datang dari penumpang maupun pengguna jalan lain, terutama pengguna motor.

Penumpang Awalnya Tidak Suka Dengan Bunyi Klakson Telolet

“Awal mula kami memakai klakson telolet diprotes oleh penumpang dan pengendara motor,” kata Teuku Eri Rubiansah, pemilik perusahaan otobus (PO) Efesiensi yang mempopulerkan klakson telolet pada tahun 2001, seperti dikutip dari KRjogja, Kamis (22/12/2016).

Penumpang protes karena bunyi klakson yang masuk ke dalam ruang dalam bus dan dirasa mengganggu sehingga terdengar bising, sedang bagi pengendara motor, letak klakson yang berada di bawah membuat mereka kaget karena terdengar keras sekali.

“Kami kemudian memindahnya ke bagian atas bus, suara klakson juga tidak lagi terdengar bising oleh penumpang, begitu juga dengan pengendara motor karena letaknya di atas tidak langsung mengarah ke mereka,” ujar Eri.

Saat ini, diakui Eri, klakson telolet sangat beragam. Corong yang digunakan bahkan ada yang sampai 6 buah. Selain itu, bunyi nadanya juga macam-macam.

Baca juga : Menteri Perhubungan Angkat Bicara Terkait Fenomena Om Telolet Om

Bus Efesiensi sendiri setelah melakukan inovasi dengan klakson telolet, khusus menyambut tahun baru ini mereka akan mengeluarkan satu armada Efesiensi Double Deck atau bus tingkat. Bus ini hanya akan dioperasikan pada 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2016.
(Muspri-sisidunia.com)