Home » Travel & Kuliner » Banyak Orang yang Belum Mengetahui Wisata Pohon Kayu Putih Di Bali

Banyak Orang yang Belum Mengetahui Wisata Pohon Kayu Putih Di Bali



Tabanan – Jika bosan liburan ke pantai di Kuta, Anda bisa coba kunjungi Wisata Kayu Putih di Tabanan, Bali. Di sana, terdapat pohon beringin yang berusia ratusan tahun yang bentuknya sungguh menarik.

Banyak Orang yang Belum Mengetahui Wisata Pohon Kayu Putih Di Bali

Wisata Kayu Putih berada di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Area objek wisata ini memang tidak begitu luas, tapi ada sebuah pohon yang membuatnya menarik perhatian turis.

Baca juga : Jelang Natal, Patung Kristus di Burake Dipercantik Dengan Lampu-lampu

Pohon tersebut dikenal sebagai kayu putih. detikTravel melihat langsung pohon tersebut dalam acara Media Trip Fame Hotel Sunset Road Kuta Bali akhir pekan lalu. Untuk mencapai pohon ini, hanya perlu jalan kaki sebentar saja dari jalan raya.

Kayu putih itu merupakan pohon beringin dengan nama ilmiah Ficus benjamina. Pohon tersebut usianya telah mencapai ratusan tahun, tapi masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Wisata Pohon Unik di Bali yang Belum Banyak Orang TahuFoto: (Kurnia/detikTravel)
“Orang di sini bilangnya kayu putih karena kayunya warna putih. Ini sudah 500 tahun,” tutur pemandu wisata bernama Demon.

Pohon itu akar-akarnya telah menjalar kemana-mana dan menancap kuat di dalam tanah. Yang membuatnya tampak unik adalah batangnya yang lebar dan tampak saling melengkung seperti membentuk ruang-ruang yang bisa dimasuki.

Tak mengherankan kalau traveler yang datang ke sini, begitu tertarik untuk memotret keindahan pohon tersebut. Para turis juga ada yang mendekat ke batang dan akar pohon untuk berfoto dengan berbagai pose.

Namun destinasi wisata ini memang belum sepopuler yang lainnya seperti Pantai Kuta di kalangan traveler lokal. Demon mengatakan bahwa yang kebanyakan berkunjung kemari adalah turis mancanegara seperti dari Jerman.

Pohon yang berusia ratusan tahun ini sendiri disakralkan oleh penduduk setempat dan masih terawat dengan baik, bebas dari vandalisme. Sebuah pura dibangun di sebelahnya, namanya Pura Babakan. Nah, pemilihan nama Babakan sendiri berasal dari kulit batang pohon yang disayat atau dibabak.

Konon, berbagai macam penyakit dapat disembuhkan dengan kulit batang pohon tersebut. Kulitnya disayat kemudian dihaluskan lalu dilumurkan di bagian tubuh yang sakit.

“Orang sini memanfaatkan kulit batang pohon untuk obat. Makanya itu banyak bekas sayatan di batang pohon,” kata Demon.

(bens – sisidunia.com)