Home » News » Ribuan Aparat Gabungan di Banten Amankan Libur Akhir Tahun

Ribuan Aparat Gabungan di Banten Amankan Libur Akhir Tahun



Serang – Sebanyak 2.092 personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub diterjunkan selama Operasi Lilin Kalimaya 2016. Operasi digelar dalam rangka mengamankan libur akhir tahun di wilayah Provinsi Banten.

Ribuan Aparat Gabungan di Banten Amankan Libur Akhir Tahun

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan selama sepuluh hari, mulai tanggal 23 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017. Pelaksanaan operasi ini mengedepankan tindakan berupa imbauan, pendekatan, dan pencegahan.

“Penegakan hukum yang profesional dan pengendalian sosial yang bersifat kuratif dalam meminimalisir setiap gangguan keamanan, ketertiban berlalu lintas secara sinergis, cepat, dan tuntas dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Kapolda saat Gelar Pasukan Operasi Lilin Kalimaya 2016 di Mapolda Banten, Rabu (21/12/2016).

Polda Banten juga mendirikan sebanyak 33 pos pengamanan di sejumlah titik rawan kemacetan saat libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Pos didirikan terutama di Pelabuhan Merak, jalur menuju kawasan Pantai Anyer, dan sejumlah gereja.

“Kita juga sudah memasang sarana CCTV yang ditempatkan pada lokasi rawan gangguan keamanan dan titik-titik rawan macet,” katanya.

Prioritas pengamanan dilakukan di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Merak, tempat ibadah, dan objek wisata.

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, selama Operasi Lilin Kalimaya 2016, ada tiga prioritas pengamanan yakni di jalur yang akan dilewati masyarakat untuk memanfaatkan libur akhir tahun.

“Selain itu, pengamanan tempat ibadah umat Kristiani juga akan dilakukan dan memprioritaskan pengamanan di tempat wisata yang ada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya

Baca juga : Khawatir Meresahkan Masyarakat, Presiden Jokowi Meminta Polisi Tegaskan Ormas Yang Melawan Hukum

Selain menitikberatkan pada antisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, operasi ini juga mengantisipasi penanggulangan ancaman terorisme dan konflik sosial bernuansa SARA yang berpotensi menimbulkan tindakan anarkis.

“Mengingat ancaman tersebut tercermin dari semakin berkembangnya aktivitas jaringan terorisme dan kelompok radikal,” tegasnya.
(Muspri-sisidunia.com)