sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » ‘Bencana Kemanusiaan’ : Amnesty Internasional Mengecam Tindakan Militer Myanmar Terhadap Rohingnya

‘Bencana Kemanusiaan’ : Amnesty Internasional Mengecam Tindakan Militer Myanmar Terhadap Rohingnya



Jakarta – Amnesty International mengatakan tindakan-tindakan militer Myanmar mungkin merupakan “kejahatan terhadap kemanusiaan” setelah muncul tuduhan kekerasan yang dialami oleh kelompok minoritas Muslim Rohingya.

'Bencana Kemanusiaan' : Amnesty Internasional Mengecam Tindakan Militer Myanmar Terhadap Rohingnya

Organisasi hak asasi manusia itu menuduh militer Myanmar membunuh, memerkosa, menyiksa penduduk sipil dan menjarah harta mereka.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan pada Senin (19/12), Amnesty mengatakan kesimpulannya diambil berdasarkan wawancara 35 korban dan 20 orang lainnya yang terjun dalam upaya pemberian bantuan kemanusiaan dan pelaporan di Myanmar.

Disebutkan terjadi “bencana kemanusiaan” dengan adanya pembunuhan membabi buta, penangkapan dan penahanan sewenang wenang, pemerkosaan, penjarahan dan penghancuran rumah termasuk pembakaran 1.200 rumah serta bangunan lain seperti sekolah dan masjid.

Menurut Amnesty International, tindakan militer merupakan “bagian dari serangan meluas dan sistematik terhadap penduduk Rohingya di Negara Bagian Rakhine di bagian utara dan oleh karena itu, mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Laporan Amesty dikeluarkan bersamaan dengan pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Yangon pada Senin (19/12) untuk membahas nasib Rohingya. Pertemuan itu diketuai oleh Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar yang merangkap sebagai menteri luar negeri.

Ms Suu Kyi membela penanganan yang dilakukan pemerintah dalam masalah ini dan menuduh komunitas internasional mengobarkan kebencian.

Dikatakan oleh Suu Kyi, bahwa militer Myanmar sudah mematuhi aturan yang berlaku. Ia menolak tudingan terjadinya kekejaman terhadap minoritas Rohingya.

Baca juga : Temui Pemimpin de facto Myanmar, Menlu RI Minta Myanmar Hormati Dan Lindungi Hak Minoritas Muslim

Pemerintah Myanmar telah membentuk tim penyelidik yang diketuai oleh purnawiran jenderal dan kini duduk sebagai Wakil Presiden Myint Swe.

Myanmar juga membentuk Komisi Penasihat yang diketuai oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan untuk mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan-persoalan di Negara Bagian Rakhine.
(Muspri-sisidunia.com)