Home » Ekonomi & Bisnis » Tahun Depan Bunga Kartu Kredit Turun Menjadi 2,25 Persen

Tahun Depan Bunga Kartu Kredit Turun Menjadi 2,25 Persen



Jakarta – Jika masih memiliki hutang yang belum terlunaskan pada tagihan kartu kredit pada periode akhir tahun ini, Anda bisa sedikit lega. Karena, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga maksimum kartu kredit dari 2,95 persen menjadi 2,25 persen pada 2017.

Tahun Depan Bunga Kartu Kredit Turun Menjadi 2,25 Persen

Penyesuaian suku bunga maksimum kartu kredit ini adalah perubahan pertama sejak penerapan capping (batas atas bunga kartu kredit) pada 2012 silam.

Baca juga : Mata Uang Rupiah Baru Mulai Beredar, Ini Cara Membedakannya Dengan Yang Palsu

Dengan suku bunga maksimum sebesar 2,25 persen per bulan, maka suku bunga maksimum kartu kredit adalah sebesar 26,95 persen per tahun.

Suku bunga baru ini juga akan diterapkan terhadap seluruh transaksi pembelanjaan hingga tarik tunai.

Kepala Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank Indonesia, Eni V. Panggabean dalam KOMPAS.com mengatakan, penurunan suku bunga maksimum ini diharapkan dapat mendorong penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran non-tunai.

Sebab, BI mencatat jumlah kartu kredit hanya tumbuh 2,85 persen menjadi 17,22 juta per Oktober 2016 dibandingkan posisi 16,75 juta pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Akibatnya, jumlah kartu kredit yang hanya tumbuh single digit ini membuat volume transaksi dan nilainya juga ikut melambat. Misalnya, nilai transaksi hanya tumbuh 1,37 persen menjadi Rp23,50 triliun pada Oktober 2016 dibandingkan Rp23,18 triliun pada Oktober 2015.

Sementara, volume transaksi tumbuh 9,27 persen menjadi 25,79 juta per Oktober 2016 dibandingkan posisi 23,60 juta per Oktober 2015.

BI pun memberikan masa transisi enam bulan kepada lembaga penerbit kartu kredit untuk melaksanakan kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 18/33/DKSP perihal Perubahan Keempat atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu yang terbit 2 Desember 2016 ini.

Artinya, para penerbit kartu kredit itu wajib menurunkan batas maksimum suku bunga kartu kredit mereka menjadi 2,25 persen paling lambat 2 Mei 2017.

“Kita juga sudah sampaikan, perbankan untuk mengatur karena ada struktur biaya yang harus disesuaikan,” sambung Eni, sekaligus menerangkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi atas kebijakan baru ini.

Di sisi lain, pihak perbankan penerbit kartu kredit memiliki kekhawatiran atas kebijakan ini yang dapat menurunkan pendapatan bunga bisnis dari bisnis kartu kredit.

“Ada penurunan pendapatan, tapi belum terhitung,” ujar Santoso Liem, Direktur Bank Central Asia (BCA) dalam Kontan. Santoso berujar, BCA akan menghadapi kebijakan ini dengan meningkatkan penggunaan kartu kredit untuk memperbesar fee based income. BCA juga akan menekan biaya (overhead) agar tetap untung.

Salah satu bank pelat merah terbesar, Bank Mandiri, juga akan melakukan langkah serupa. “Kami targetkan kartu kredit Mandiri tumbuh 5 persen pada tahun depan,” ucap Tardi, Direktur Retail Banking Bank Mandiri.

Target Mandiri itu memang agak sedikit jauh dibandingkan prediksi General Manajer Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Marta, yang menyebut rata-rata bisnis kartu kredit hanya akan tumbuh sebesar 3 persen. Sementara pertumbuhan volume transaksi dan nilai transaksi pada kartu kredit sekitar 5 persen pada tahun depan.

Lebih jauh, Cermati.com memaparkan beberapa cara penghitungan bunga yang timbul atas transaksi kartu kredit yang mengacu pada beberapa ketentuan. Di antaranya penghitungan hari bunga atas utang kartu kredit didasarkan sejak tanggal pembukuan penerbit kartu kredit.

Penghitungan untuk tagihan juga dilakukan berdasarkan jumlah sisa tagihan kartu kredit atas pembelanjaan atau tarik tunai yang belum terbayarkan (outstanding).

Lalu untuk transaksi pembelanjaan, bunga juga dibebankan apabila pengguna tidak melakukan pembayaran, melakukan pembayaran kurang dari total tagihan kartu kredit, dan atau melakukan pembayaran penuh namun melewati batas akhir jatuh tempo pembayaran. (bens – sisidunia.com)