sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Sosok Sang Ayah Terpampang di Uang Rupiah, Anak Herman Johannes Merasa Terharu

Sosok Sang Ayah Terpampang di Uang Rupiah, Anak Herman Johannes Merasa Terharu



Jakarta – Herman Johannes, dinobatkan sebagai pahlawan yang mengisi desain baru pada rupiah pecahan Rp 100. Putra kelahiran Pulau Rote Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut terlibat dalam revolusi fisik 1945 dan dikenal sebagai ahli fisika dan kimia yang berhasil membuat senjata dan merakit bom.

Sosok Sang Ayah Terpampang di Uang Rupiah, Anak Herman Johannes Merasa Terharu

Christine Susetyo Johannes, putri dari Johannes, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Bank Indonesia (BI). Ia pun mengucapkan syukur.

“Kami berterimakasih kepada negara dan pemerintah dan BI juga Presiden Jokowi, memilih bapak di antara kedua belas pahlawan nasional yang terpilih untuk digambarkan dalam mata uang NKRI yang baru,” ujarnya di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Christine bercerita, hal ini menjadi sesuatu yang penuh keharuan. Ayahnya pun wafat sejak 24 tahun yang lalu.

Sosok Sang Ayah Terpampang di Uang Rupiah, Anak Herman Johannes Merasa Terharu

Perjalanan Johannes sebagai pahlawan dimulai sebelum Indonesia merdeka, ketika ada pertarungan fisik di berbagai tempat. Beliau mendampingi Presiden Soekarno merebut kemerdekaan dan terlibat memulai pemerintahan. Johannes juga terlibat dalam bidang pendidikan dengan mendirikan Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta.

“Beliau meninggal di tahun 1992, ini 24 tahun kemudian jasa beliau masih diabadikan oleh negara, kami harap generasi penerus juga bisa meneruskan perjuangan beliau,” terangnya.

Harapan Christine, agar masyarakat lebih mencintai rupiah. Cara sederhana adalah dengan menjaga rupiah agar tidak rusak dan digunakan semestinya.

Baca juga : Mata Uang Rupiah Baru Mulai Beredar, Ini Cara Membedakannya Dengan Yang Palsu

“Itu pembelajaran yang sangat baik untuk masyarakat, karena ada hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan menggenggam rupiah seperti itu adalah hal yang biasa. Tetapi hal ini perlu disebarluaskan. Juga dijaga supaya bersih, tidak menyebabkan bakteri seperti itu. Supaya rupiah berdaulat di negeri kita dan tidak ada yang bisa menggantikan rupiah di Indonesia,” pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)