sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengurusan SIM Secara Online Mulai Diberlakukan, Ini Prosedurnya

Pengurusan SIM Secara Online Mulai Diberlakukan, Ini Prosedurnya



Jakarta – Polri resmi meluncurkan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Online. Program ini dibuat untuk memudahkan masyarakat mengurus perpanjangan masa berlaku SIM tanpa harus pulang ke daerah asal pembuatan.

Pengurusan SIM Secara Online Mulai Diberlakukan, Ini Prosedurnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal menyampaikan masyarakat yang hendak memperpanjang masa berlaku SIM-nya secara online harus membawa SIM dan KTP asli yang masih berlaku. Perpanjangan itu bisa dilakukan di 45 Satuan Pelaksanaan Administrasi (Satpas) yang tersebar di 38 Polda se-Indonesia.

“Masyarakat yang akan memperpanjang SIM melalui online hanya perlu membawa SIM dan KTP asli yang masih berlaku,” ujar Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Saat tiba di lokasi, masyarakat akan diarahkan untuk memeriksa kesehatan. Pemeriksaan kesehatan itu meliputi kesehatan mata, tekanan darah dan pemeriksaan fisik secara umum.

“Artinya, kondisi tubuh apakah masih cakap. Ada dokter atau petugas yang memeriksa di setiap Satpas dan pelayanan SIM Keliling,” jelas Iqbal.

Iqbal meluruskan pemahaman sejumlah masyarakat yang menganggap layanan SIM online berarti bisa membuat lisensi mengemudi itu melalui situs yang dapat diakses di internet. Pelayanan tetap harus dilakukan di tempat-tempat yang disediakan oleh Polri. Hanya saja, pengemudi bisa mengakses layanan itu ke gerai terdekat dari tempat tinggalnya.

Baca juga : Aplikasi Tilang Elektronik Serupa Aplikasi M-Banking

“Layanan ini hanya untuk perpanjangan. Kalau bikinnya prosedur tetap sama. SIM online ini artinya pelayanannya secara online. Bukan berarti bisa diakses dari rumah. Tingkat keselamatan (berkendara) masih kita utamakan. Kondisi kesehatan dan fisik kan harus diketahui,” kata Iqbal.
(Muspri-sisidunia.com)