Home » News » Djarot Klaim Sumbangan Dari Warga Untuk Kampanye Sudah Menembus Rp 50 Miliar

Djarot Klaim Sumbangan Dari Warga Untuk Kampanye Sudah Menembus Rp 50 Miliar



Jakarta – Penggalangan dana kampanye untuk Pilkada DKI 2017 yang sudah dilakukan tim dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, yaitu Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, diklaim sudah menembus angka Rp 50 miliar.

Djarot Klaim Sumbangan Dari Warga Untuk Kampanye Sudah Menembus Rp 50 Miliar

Menurut Djarot, dana Rp 50 miliar yang terkumpul berasal dari berbagai kegiatan penggalangan, dari mulai jamuan makan berbayar hingga penggalangan dana yang dilakukan di Rumah Lembang.

“Basuki-Djarot disumbang oleh rakyat. Mereka gotong royong menyumbang dari mulai Rp 10.000, 20.000, 50.000,100.000 sampai Rp 75 Juta. Sekarang sudah terkumpul lebih dari Rp 50 miliar,” kata Djarot saat menghadiri pelantikan pengurus dan apel siaga 2.000 relawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jakarta Barat, Minggu (18/12/2016).

Djarot merasa bangga dengan pencapaian yang disebutkannya itu. Ia meyakini hal tersebut tidak akan bisa dilakukan pasangan calon yang lain.

“Ada enggak pasangan lain yang disumbang rakyat? Ora ono,” kata Djarot.

Menurut Djarot, penggalangan dana kampanye tidak hanya bertujuan untuk membantu pendanaan biaya selama masa kampanye. Tapi juga indikator didukung atau tidaknya pasangan tersebut oleh masyarakat.

Djarot menyatakan, dari Rp 50 miliar yang sudah terkumpul, 78 persen diantaranya merupakan sumbangan individu yang nominalnya di bawah Rp 500.000.

“Itu artinya yang menyumbang sebagian besar adalah rakyat kecil,” kata Djarot.

Pasangan itu sudah melakukan penggalangan dana bertajuk Kampanye Rakyat sejak 1 November 2016. Mereka mengumpulkan sumbangan dari warga.

Baca juga : Dana Yang Dikumpulkan Oleh Warga Untuk Kampanye Ahok Mencapai Rp 18 Miliar

Berkaitan dengan partisipasi warga dalam mengumpulkan dana untuk berkampanye, Ahok menyatakan bahwa jika terpilih lagi nanti ia hanya akan tunduk pada kepentingan rakyat, bukan kalangan tertentu.

“Satu teman saya pernah bertanya, mengapa saya mau mencari duit susah-susah dari rakyat. Saya bilang saya tidak mau jadi milik kalangan atau orang-orang tertentu, saya ini milik warga Jakarta, amanat melayani rakyat,” kata Ahok melalui keterangan tertulis dari tim suksesnya di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2016).
(Muspri-sisidunia.com)