sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tokoh Lintas Agama Gelar Acara Doa Bersama Untuk Mempererat Kesatuan

Tokoh Lintas Agama Gelar Acara Doa Bersama Untuk Mempererat Kesatuan



Surabaya – Tokoh lintas agama di Surabaya menggelar doa bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk Indonesia lebih baik, tanpa adanya intoleransi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Tokoh Lintas Agama Gelar Acara Doa Bersama Untuk Mempererat Kesatuan

Doa bersama digelar secara sederhana di Apartemen Trillium di Jalan Pemuda, Sabtu (19/12) malam. Doa bersama dilakukan oleh lima tokoh agama yang mewakili Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha.

Secara bergantian mereka menyuarakan persatuan bangsa melalui doa dalam keyakinan mereka masing-masing. Doa bersama dilakukan dalam suasana temaram. Masing-masing yang hadir memegang lilin yang sedang menyala.

“Semoga kerukunan ini bisa mendamaikan Indonesia. Segala kemalangan, hal buruk, dan ancaman akan lenyap dengan lindungan yang maha kuasa. Tiada mara bahaya yang akan menghadang,” ucap Bhante Dharma Maitri Thera yang mewakili agama Budha dalam doanya.

Pemuka agama Hindu, I Wayan Suraba, dalam doanya berkali-kali menyampaikan perdamaian bagi semua. “Semoga kita semua damai dan sejahtera selalu. Semoga seluruh anak bangsa damai selalu. Semoga damai di hati, damai di dunia dan damai selalu,” ucap Wayan Suraba yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia Kota Surabaya.

Sementara Pendeta Elia yang mewakili agama Kristen dalam doanya berharap agar semua bisa rukun. Tidak ada pengelompokan, pengucilan, dan pemarjinalan kaum-kaum kecil. Semuanya adalah sama dan saling menghormati.

“Jangan ada lagi tekanan dan pemarjinalan terhadap mereka-mereka yang kecil,” kata Elia.

Sementara Pendeta Simon, yang mewakili Katolik mengatakan bahwa Yesus turun untuk menyelamatkan dunia, bukan insan atau kelompok per kelompok. “Karena Yesus datang untuk menyelamatkan dunia,” ucapnya dalam doanya.

Baca juga : PNS Yang Beragama Islam Disarankan Jalani Puasa Sunah Senin Kamis

Aan Anshori yang mewakili umat Islam sekaligus penggagas kegiatan ini mengaku dirinya merasa prihatin dengan pratik intoleransi yang selama ini semakin banyak bermunculan di Indonesia dengan berbagai cara.

“Kami prihatin sekaligus mengecam prakti intoleransi. Kami meminta agar Presiden Jokowi lebih tegas agar Pancasila tak dikoyak oleh praktik-praktik intoleransi,” kata Aan.
(Muspri-sisidunia.com)