sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Pernah Mengendarai Motor Dari 3 Perusahaan Besar, Crutchlow : Honda Hadirkan Tantangan Terbesar Di MotoGP

Pernah Mengendarai Motor Dari 3 Perusahaan Besar, Crutchlow : Honda Hadirkan Tantangan Terbesar Di MotoGP



London – Dalam kariernya, Cal Crutchlow sudah pernah mengendarai motor Yamaha, Ducati, dan kini Honda. Menurutnya motor Honda, khususnya di 2016, menghadirkan tantangan terbesar.

Pernah Mengendarai Motor Dari 3 Perusahaan Besar, Crutchlow : Honda Hadirkan Tantangan Terbesar Di MotoGP

Crutchlow mulai meluncur di kelas primer pada musim 2011 bersama tim satelit Yamaha, Tech 3. Ia mengendarai Yamaha YZR-M1 selama tiga musim sampai akhir 2013.

Untuk musim 2014, Crutchlow membela tim pabrikan Ducati mengendarai motor Desmosedici Ducati GP14. Ia kemudian mulai mengendarai Honda RC213V di tim LCR Honda sedari 2015 sampai sekarang.

Dari pengalamannya tersebut, Crutchlow menunjuk Honda memiliki motor paling sulit untuk dikendarai akibat power yang agresif, ditambah tantangan dari ban Michelin dan ECU pada 2016 ini. Tapi Crutchlow tampak tetap suka dengan tantangan itu.

“Tahun ini bahkan mungkin lebih parah lagi,” kata Crutchlow kepada Autosport, mengomentari motor Honda.

“Seperti yang rutin saya katakan, (motor) yang paling mudah adalah Yamaha. Rasanya seperti naik motor santai sambil merokok dibandingkan dengan Honda. Di tengah-tengah ada Ducati dan berikutnya (motor Honda) inilah yang paling sulit dikendarai. Dibandingkan yang lain, motor ini membuat jantung Anda berdegup lebih kencang. Anda harus selalu tepat secara fisik dan mental dengan motor ini, sedangkan dengan motor yang lain tinggal melaju saja.

Baca juga : Marquez Rajai Moto GP Argentina 2016

“(Dengan motor-motor rival) Tak perlu merisaukan rem belakang, Anda tak perlu merisaukan wheelie. Tapi seperti itulah Honda. Itu yang membuatnya jadi menarik, yang membuatnya jadi sebuah tantangan. Jika saya memang ingin pindah saya sudah akan melakukannya,” sebutnya.
(Muspri-sisidunia.com)