Home » Otomotif » Permintaan Mobil Di Negara-Negara GCC Turun Sekitar 30%

Permintaan Mobil Di Negara-Negara GCC Turun Sekitar 30%



Jakarta – Ekspor mobil Toyota tahun 2016 ini diperkirakan menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Alasannya, permintaan mobil di beberapa negara khususnya di kawasan Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) dari Indonesia anjlok.

Permintaan Mobil Di Negara-Negara GCC Turun Sekitar 30%

Menurut Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, permintaan mobil di negara-negara GCC turun hamper 30 persen. Namun, penurunan ekspor TMMIN untuk tahun ini tidak sampai 30 persen.

“Tahun lalu kita pernah ngomong bahwa tahun ini kira-kira sama dengan tahun lalu untuk ekspor saja. Tapi ternyata situasinya di beberapa negara turun tajam, misalnya di Arab Saudi turun hampir 30 persen. Tapi ekspor kita secara total untuk tahun ini penurunannya tidak sampai segitu. Kira-kira mungkin 5 persen lah. Karena kita ada beberapa market yang tumbuh di Asia misalnya di Filipina, Vvietnam sehingga bisa meng-cover penurunan 30 persen di Arab Saudi,” kata Warih di Jakarta.

Tahun lalu, kata Warih, TMMIN mengekspor sekitar 170.000 unit mobil. Tahun ini diperkirakan hanya 165.000 unit.

Untuk tahun 2017 mendatang, Warih tidak berharap banyak. Menurutnya, kinerja ekspor Toyota tahun depan cenderung stagnan.

Baca juga : Emerging-market Compact Car Company : Tanda Kepemilikan Penuh Toyota Akan Daihatsu

“Tahun depan ekspor masih belum bergerak lah. Karena kayak GCC itu mungkin perlu waktu 2-3 tahun untuk recover. Ya mungkin tahun depan masih di kisaran 160.000-an,” ujar Warih.
(Muspri-sisidunia.com)