Home » News » Dituduh Pembangunan Bandung Tidak Merata, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Dituduh Pembangunan Bandung Tidak Merata, Ini Tanggapan Ridwan Kamil



Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membantah anggapan sejumlah pihak bahwa pembangunan di Kota Bandung tak merata.

Dituduh Pembangunan Bandung Tidak Merata, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Menurut dia, Pemkot Bandung telah melakukan desentralisasi dalam progres pembangunan di tiap wilayah dengan mengucurkan dana Rp 100 juta per RW dalam Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK).

“Jadi tidak betul kalau ada yang bilang pembangunan di Bandung tidak merata. PIPPK ini konsep supaya tidak ada satu jengkal pun RW-RW di Kota Bandung tidak tersentuh dana pembangunan. Jadi kepada mereka yang masih suka mempertanyakan seolah-olah ini tidak paham kalau kita ada PIPPK itu,” ujar Ridwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Sabtu (17/12/2016).

Program PIPPK diluncurkan pada 31 Maret 2015. Pada Tahun 2016, Pemkot Bandung mengucurkan dana sekitar Rp. 231 miliar untuk dibagikan kepada 1.581 RW.

Selain RW, anggaran Rp 100 juta juga diberikan kepada LPM, PKK, dan Karang Taruna tiap kelurahan. Emil, sapaan akrabnya, mengatakan hingga penghujung tahun 2016 serapan anggaran PIPPK tiap daerah rata-rata sudah di atas 90 persen.

“Penyerapan anggaran juga banyak yang sudah di atas 90 persen. Makin hari makin disiplin. Jadi konsep pemberdayaan itu ada tiga, harus berdaya, masyarakat itu jangan jadi obyek, bersama-sama, kemudian merata. Kenapa ada dana desa Rp 1 miliar sama saja kayak PIPPK, cuma itu di level Presiden,” tuturnya.

Pada tiga jenis sasaran pembangunan dalam program PIPPK yakni, infrastruktur, kebersihan, dan sosial ekonomi.

“Kalau nanti infrastruktur dan kebersihan sudah baik, baru dia membesar di sosial ekonomi. Jadi ada RW yang sudah lewat infrastruktur dan kebersihannya, maka fokusnya sosial ekonomi. Tapi ada yang masih riweuh di infrastruktur, ya sudah bertahan saja seberesnya,” kata Emil.

Baca juga : Ridwan Kamil Lengkapi Ribuan Masjid di Bandung Dengan Wifi

Di tahun 2017, lanjut Emil, program PIPPK akan terus berlanjut dengan anggaran yang lebih fleksibel.

“Jadi tema 2017 tetap infrastruktur, kebersihan, sosial ekonomi. Hanya saya serahkan proporsinya tergantung situasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)