sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Desa di Malang Punya Cara Unik Dalam Lakukan Tes Keperawanan

Desa di Malang Punya Cara Unik Dalam Lakukan Tes Keperawanan



Malang – Keperawanan bisa dibilang adalah salah satu tolok ukur value atau nilai dari seorang gadis.

Desa di Malang Punya Cara Unik Dalam Lakukan Tes Keperawanan

Ketika masih perawan maka ia bakal dihormati, tapi sebaliknya, kalau sudah tidak ya jelas akan banyak orang yang memandang sebelah mata. Karena berhubungan dengan value, terutama di mata calon suami, maka adalah hal yang wajib bagi seorang wanita untuk menjaga keperawanannya. Maka dari itu juga, yang namanya tes keperawanan bisa dikatakan adalah hal yang wajib dilakukan.

Berbicara soal tes keperawanan, kita mungkin berpikir jika hal tersebut hanya bisa dilakukan lewat cara medis saja. Tapi, siapa yang sangka jika untuk melakukan tes ini kita bisa pakai cara tradisional. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat desa Ngadas, yang ada di Malang ini. Mereka memiliki cara unik untuk mengetahui apakah seorang gadis masih perawan atau tidak.

Caranya sendiri adalah dengan ‘Petekan’ yakni semacam pijatan khusus yang hanya dilakukan mereka para ahli.

Tentu Petekan tidaklah sesederhana itu. Ada banyak hal menarik lain tentang tradisi unik satu itu. Istilah ‘petekan’ sendiri berasal dari kata ‘dipetek’ yang memiliki arti ditekan. Proses tradisi tersebut, memang dilakukan oleh seorang dukun bayi yang menekan perut para peserta petekan.

Baca juga : Karla Jacinto, Wanita Yang Telah Diperkosa Sebanyak 43.200 Kali Ini Ingin Keliling Dunia

Bagian yang diraba adalah antara pusar dan kemaluan. Jika di dunia medis, teknik tersebut palpasi. Biasanya dilakukan oleh bidan untuk mendeteksi keberadaan bayi dalam perut. Dukun bayi yang sudah ahli, dipercaya untuk melakukan petekan. Si dukun bayi juga bisa merasakan apakah peserta yang belum menikah itu masih perawan atau tidak.
(Muspri-sisidunia.com)