Home » News » 3 Tersangka Kasus Suap Bakamla Ditahan, KPK Masih Buru Satu Nama Lagi

3 Tersangka Kasus Suap Bakamla Ditahan, KPK Masih Buru Satu Nama Lagi



Jakarta – Tiga tersangka dugaan suap proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla ditahan di rumah tahanan berbeda.

3 Tersangka Kasus Suap Bakamla Ditahan, KPK Masih Buru Satu Nama Lagi

Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi (ESH) ditahan di Polres Jakarta Pusat, pegawai PT MTI, Hardi Stefanus (HST) dan M Adami Okta (MAO) masing-masing ditahan di Polres Jakarta Timur dan Rutan Guntur.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih memburu Fahmi Darmawansyah (FD) sebagai Direktur PT MTI.

“Sementara FD masih kita cari. DSR tidak ditahan karena masih berstatus saksi,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di KPK, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).

Keempat tersangka tersebut diduga terlibat kasus suap proyek pengadaan alat keamanan dengan total nilai proyek Rp400 miliar. Eko Susilo dijanjikan komitmen fee sebesar 7,5 persen dari nilai proyek. Belum sempat menikmati uang suap, tersangka keburu ditangkap KPK.

Eko disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP, sebagai penerima suap.

Dua pegawai PT MTI dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagai pemberi suap.

Baca juga : Hari Anti-Korupsi Dunia, Camat dan Kepala Dusun Korupsi Sudah Ditahan

Penyidik KPK menyita satu unit mobil Fortuner, uang tunai dalam pecahan dolar AS dan dolar Singapura total sekitar Rp2 miliar.
(Muspri-sisidunia.com)