Home » News » Sambut Natal Dan Tahun Baru, 6,19 Juta Calon Penumpang Bakal ‘Serbu’ 13 Bandara

Sambut Natal Dan Tahun Baru, 6,19 Juta Calon Penumpang Bakal ‘Serbu’ 13 Bandara



Yogyakarta – PT Angkasa Pura I, yang membawahi 13 bandara di Indonesia, memperkirakan pergerakan penumpang pada musim libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 meningkat dari 5,247 juta menjadi 6,195 juta penumpang. Jumlah ini naik sekitar 18,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sambut Natal Dan Tahun Baru, 6,19 Juta Calon Penumpang Bakal 'Serbu' 13 Bandara

Direktur Utama AP I, Danang S Baskara, mengungkapkan pergerakan pesawat diperkirakan juga mengalami kenaikan 13,44 persen dari 41,2 ribu pergerakan menjadi 46,7 ribu pergerakan.

Pada Natal 2015 dan tahun baru 2016 yang lalu pergerakan penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I meningkat 9,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pergerakan pesawat tumbuh 4,35 persen.

“Untuk libur Natal dan Tahun Baru 2017 diperkirakan peak season akan terjadi pada Jumat-Sabtu 23-24 Desember 2016 sedangkan peak season Tahun Baru akan terjadi pada Minggu-Selasa 1-3 Januari 2017,” kata Danang di sela-sela acara penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 kepada AP I Bandara Adisutjipto Yogyakarta di Yogyakarta, Kamis 15 Desember 2016.

Ia menjelaskan, selama libur Natal dan Tahun Baru, AP I juga melakukan kesiapan terhadap lonjakan penumpang serta pemberian pelayanan dengan membuka posko Angkutan Udara Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di setiap bandara yang akan beroperasi mulai 18 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017.

“Posko akan beroperasi sesuai jam operasional bandara dan melibatkan pegawai otoritas bandara, TNI/Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan, maskapai, ground handling,” tuturnya.

Baca juga : Menjelang Liburan Akhir Tahun, Tiket Pesawat Sudah Penuh 90%

Lebih jauh Danang mengatakan dengan cuaca ekstrim yang sering melanda penerbangan sehingga operasional bandara harus ditutup sementara maka Angkasa Pura I mengantisipasi dengan mengoperasikan tiga bandara selama 24 jam diantara bandara di Solo, Lombok dan Ambon.

“Misalnya pesawat tidak bisa turun di Yogya karena cuaca maka bisa turun di bandara di Solo. Begitu pula di Ngurah Rai bisa turun di Lombok,” kata dia.
(Muspri-sisidunia.com)