Home » News » Proyek Pembangunan Waduk Bajulmati Banyuwangi Dikunjungi Wapres Jusuf Kalla

Proyek Pembangunan Waduk Bajulmati Banyuwangi Dikunjungi Wapres Jusuf Kalla



Banyuwangi – Proyek pembangunan Waduk Bajulmati dilaporkan mengalami kemajuan saat Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur. Waduk ini rencananyanya akan mensuplai kebutuhan air baku untuk industri dan pertanian.

Proyek Pembangunan Waduk Bajulmati Banyuwangi Dikunjungi Wapres Jusuf Kalla

Pemaparan pembangunan Waduk Bajulmati ini disampaikan di hadapan Wapres JK di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi. Hadir pula Menkominfo Rudiantara, Yuddy Chrisnandi, Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Baca juga : Tiang Listrik Terbakar Menyebabkan macet Sepanjang 2km di Cirendeu

Kepala Dinas Pengairan, Guntur Priambodo mengatakan kapasitas tampungan Waduk Bajulmati ini sebesar 10 juta kubik. Tapi saat ini, air belum memenuhi kapasitas maksimal waduk.

“Kapasitas volume tampungan 10 juta kubik. Sekarang masih masih terisi 68 juta kubik, kurang 35 juta kubik lagi. Diharapkan bisa beroperasi Februari 2017,” ujar memberikan paparan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kamis (15/12/2016).

Saat paparan berlangsung, JK dan Soekarwo tampak serius memantau perkembangan pembangunan waduk dari layar monitor. Waduk terbesar di Jatim ini digadang-gadang mampu menyedikan air bersih dan irigasi. Waduk ini juga digunakan sebagai pembangkit tenaga mini hydro.

“Waduk ini mampu menyimpan penyediaan air bersih sebesar 110 liter/detik, penyediaan air irigasi 1.800 ha, pembangkit mini hydro, pengembangan pariwisata, perikanan, konservasi air dan sarana edukasi,” jelas Guntur.

Waduk yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Situbondo ini dibangun dengan pembiayaan konstruksi secara multiyears dan bertahap.

Pembiayaan dimulai sejak 2006-2007 sebesar Rp 15 miliar, dilanjutkan anggaran 2008-2009 senilai Rp 90 miliar. Pembangunan dilanjutkan lagi saat anggaran 2012-2014 sebesar Rp 240 miliar.

Pada tahun 2015 Rp 90 miliar dengan jasa konsultasi senilai Rp 15 miliar. Total anggaran pembangunan Waduk Bajulmati memakan dana sebesar Rp 450 miliar.

Meski begitu ada beberapa sektor pekerjaan yang masih harus dikerjakan yakni saluran sekunder dan distribusi air bersih

“Yang belum terlaksana ialah pembangunan untuk perencanaan cetak sawah baru seluas kurang lebih 600 hektar dan jaringan transmisi distribusi air bersih,” ujar Guntur.

(bens – sisidunia.com)